Dolar Masih Menekan, Rupiah Dibuka Turun 9 Poin

Rupiah - swarasemar.comRupiah - swarasemar.com

belum bisa keluar sepenuhnya dari tekanan AS pada Selasa (25/9) pagi. Seperti diwartakan Index, mata uang Garuda membuka dengan melemah tipis 9 poin atau 0,06% ke level Rp14.875 per AS. Sebelumnya, spot sudah ditutup terdepresiasi 49 poin atau 0,33% di posisi Rp14.866 per AS pada akhir Senin (24/9) kemarin.

Sementara itu, dari , indeks dolar AS bergerak lebih tinggi pada pagi ini, dengan kembali menguat 0,072 poin atau 0,08% ke level 94,257 pada pukul 08.05 WIB, meneruskan tren positif di pembukaan yang naik 0,063 poin atau 0,07% di posisi 94,248. Sebelumnya, sempat berakhir melemah 0,035 poin atau 0,04% di 94,1850 pada hari Senin.

Dilansir Reuters, dolar AS bergerak sedikit lebih tinggi terhadap yen Jepang pada hari Senin, karena mencari petunjuk anyar sebelum kenaikan suku bunga yang diprediksi akan dilakukan pada pertemuan minggu ini. Mata uang Paman Sam sebelumnya sempat melemah karena beberapa melaporkan bahwa Wakil Jaksa Agung AS, Rod Rosenstein, menuju Gedung Putih untuk mengundurkan diri sebelum dia dipecat oleh Presiden Donald Trump.

Dengan keputusan The Fed pada Rabu (26/9) waktu setempat, pasar baru-baru ini tersentak oleh komentar hawkish Gubernur European Central Bank (ECB), Mario Draghi, bahwa ia melihat kenaikan yang kuat dalam inflasi zona Eropa. Pernyataan Draghi ini memperkuat pandangan bahwa bank-bank sentral lainnya sedang mengejar The Fed dalam hal pengetatan kebijakan moneter.

“Pernyataan Draghi memperkuat pandangan bahwa bank-bank sentral lainnya sedang mengejar dengan The Fed dalam hal pengetatan kebijakan moneter,” tutur direktur pasar di Tempus Consulting di Washington, John Doyle. “Gagasan tentang perbedaan antara pengetatan moneter The Fed dan bank-bank sentral lainnya, baik yang ditahan atau tingkat pemotongan, tidak ada yang mendukung dollar AS lagi.”

Loading...