Dolar Masih Melempem, Rupiah Diharapkan Lanjutkan Tren Positif

Rupiah diprediksi masih mampu melanjutkan tren penguatan pada Kamis ini (11/8) meski harus dibuka di zona merah. Minimnya sentimen negatif serta indeks yang kembali melempem seiring data sektor tenaga kerja non-pertanian AS yang turun diyakini bakal mampu mendorong laju mata uang Garuda ke zona hijau.

Menurut Bloomberg Index, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan pelemahan tipis 2 poin atau 0,02% di level Rp13.115 per dolar AS. Kemudian, pada pukul 08.22 WIB, mata uang Garuda kembali terdepresiasi 1 poin atau 0,01% ke posisi Rp13.114 per dolar AS. Di sisi lain, indeks dolar AS juga terpantau dibuka 0,087 poin atau 0,09% ke level 95,563.

“Potensi penguatan lanjutan masih terbuka seiring belum adanya sinyal maupun sentimen pembalikan ke arah melemah,” ujar Kepala Riset NH Securities Indonesia, . “Sentimen data produktivitas AS yang mengukur seberapa banyak dan jasa yang dihasilkan pekerja yang diproyeksikan menurun juga menambah beban bagi laju dolar AS.”

Menurut rilis terbaru, produktivitas sektor tenaga kerja non-pertanian AS turun 0,5% pada kuartal II 2016. Prediksi yang meyakini bahwa tidak akan menaikkan dalam waktu dekat juga menekan pergerakan the greenback. “Rupiah diharapkan mampu bertahan di zona hijau dengan rentang support Rp13.142 per dolar AS dan resisten Rp13.090 per dolar AS,” sambung Reza.

Sementara itu, Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menambahkan bahwa selain sektor tenaga kerja AS, data dari Jepang yang menunjukkan pemesanan mesin produksi bulan Juni naik 8,3%, meski harga barang pada Juli turun 3,9%, mendorong kurs mata uang Asia, termasuk rupiah. “Rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp13.080 hingga Rp13.150 per dolar AS,” katanya.

Loading...