Dolar Masih Loyo, Rupiah Menghijau di Senin Sore

Rupiah - www.savemoneychanger.comRupiah - www.savemoneychanger.com

Rupiah relatif melenggang nyaman di zona hijau sepanjang awal pekan (23/7) ini karena indeks masih tersendat di area negatif terbebani komentar Presiden Donald Trump. Menurut paparan Bloomberg Index pukul 15.26 WIB, Garuda terpantau menguat 1 3 poin atau 0,09% ke level Rp14.482 per dolar .

Sebelumnya, rupiah sempat ditutup melemah 53 poin atau 0,37% di posisi Rp14.495 per pada akhir pekan (20/7) kemarin. Pagi tadi, mata uang NKRI mampu bangkit dengan dibuka 53 poin atau 0,37% ke level Rp14.442 per . Sepanjang hari ini, spot praktis bergerak cukup nyaman di teritori hijau.

Dari global, indeks dolar AS masih tidak berdaya terhadap sekeranjang mata uang utama pada hari Senin, imbas kritik Presiden Donald Trump terhadap kebijakan Federal Reserve pada akhir pekan lalu. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,027 poin atau 0,22% ke level 94,269 pada pukul 11.01 WIB, setelah ditutup anjlok 0,72% di posisi 94,476.

Seperti diberitakan Reuters, dolar AS memperpanjang tren pelemahan setelah CNBC melaporkan pada hari Jumat waktu setempat bahwa Trump khawatir Federal Reserve akan menaikkan dua kali lebih banyak pada tahun ini. Trump mengatakan bahwa pengetatan kebijakan moneter dan greenback yang kuat dapat merugikan ekonomi AS.

“Saat ini, kita tidak tahu tekanan atau komentar macam apa yang bisa datang dari sisi AS,” kata kepala strategi G10 FX di Citigroup Global Markets Jepang, Osamu Takashima. “Alasan mengapa Presiden Trump menjadi sangat gugup terhadap dolar AS adalah karena The Fed, yang dipimpin oleh (Jerome) Powell, terus memberlakukan kebijakan. Dalam keadaan seperti itu, fundamental sebenarnya terlihat agak positif untuk dolar AS secara keseluruhan.”

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan tengah berada di posisi Rp14.454 per dolar AS, menguat 66 poin atau 0,45% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.520 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia perkasa versus greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,46% dialami won Korea Selatan.

Loading...