Dolar Makin Perkasa, Rupiah Terjun Bebas ke Level Rp 13.639/USD

Jakarta rupiah mengawali perdagangan pagi hari ini, Jumat (27/10) dengan pelemahan sebesar 52 poin atau 0,38 persen ke posisi Rp 13.639 per . Kemarin, Kamis (26/10) mata uang Garuda berakhir terdepresiasi 9 poin atau 0,07 persen ke level Rp 13.587 per setelah diperdagangkan pada rentang angka Rp 13.546 hingga Rp 13.631 per .

Di sisi lain, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan the Greenback terhadap sejumlah mata uang utama terpantau 0,94 persen menjadi 94,590 di akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB. Kurs dolar naik usai (ECB) memutuskan untuk mempertahankan acuan zona euro di level 0,00 persen.

Selain itu, suku bunga pinjaman marjinal sebesar 0,25 persen dan suku bunga simpanan minus 0,40 persen. Sedangkan untuk langkah-langkah kebijakan moneter non-standar, pembelian berdasarkan pembelian aset (APP) akan dilanjutkan pada kecepatan bulanan saat ini 60 miliar euro (sekitar USD 70,8 miliar) hingga akhir bulan Desember 2017.

Sejak Januari 2018, pembelian aset bersih rencananya akan dilanjutkan pada kecepatan bulanan sebesar 30 miliar euro (sekitar USD 35,4 miliar) hingga akhir bulan September 2018 atau lebih. Usai ECB mengumumkan hal tersebut, nilai mata uang euro mengalami penurunan lebih dari 1,2 persen terhadap dolar AS.

Dari dalam negeri, para analis memprediksi jika rupiah kemungkinan akan melanjutkan pelemahannya hingga minggu depan. “Pelemahan rupiah bisa berlanjut ke pekan depan,” kata Research & Analyst Valbury Asia Futures Lukman Leong, seperti dilansir Kontan.

“Pelemahan rupiah terjadi karena selama Senin-Rabu kemarin terjadi net outflow di pasar sebesar Rp 1,51 triliun. Selain itu, sentimen bagi dollar AS masih cukup kuat,” imbuh Pengamat Ekonomi & Foreign Exchange Trader Bank Jateng Nandi Wardhana.

Untuk sementara ini gerak rupiah akan dipengaruhi oleh rilis domestik bruto (PDB) Amerika Serikat yang akan dilaporkan pada Jumat (27/10). lain yang juga akan mempengaruhi rupiah adalah rilis notulensi rapat FOMC pada pekan depan dan non farm payrolls AS awal November mendatang.

Loading...