Dolar Loyo di Tengah Pertemuan The Fed, Rupiah Melaju 9 Poin di Pembukaan

Jakarta – Rupiah mengawali perdagangan pagi hari ini, Rabu (20/9) dengan penguatan sebesar 9 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp 13.270 per . Sebelumnya, Selasa (19/9) rupiah ditutup terdepresiasi 24 poin atau 0,18 persen ke level Rp 13.279 per usai diperdagangkan sekitar Rp 13.252 hingga Rp 13.278 per .

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah utama terpantau turun 0,29 persen menjadi 91,776 di akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB lantaran para melakukan aksi wait and see di tengah pertemuan kebijakan moneter 2 hari (The Fed).

Para pelaku memperkirakan jika The Fed kemungkinan belum akan menaikkan suku bunga acuannya pada pertemuan kali ini. Meski demikian, investor meyakini bahwa bank sentral AS akan mengumumkan pengurangan secara bertahap neraca perdagangannya yang mencapai angka 4,5 triliun dolar AS. Menurut para , pun akan mencari petunjuk apakah The Fed akan menaikkan suku bunga acuan pada bulan Desember 2017 mendatang.

Sementara itu, Departemen Perdagangan melaporkan pada Selasa (19/9) bahwa data housing starts atau rumah yang baru dibangun dan dimiliki secara pribadi di AS pada bulan Agustus 2017 berada di tingkat tahunan disesuaikan secara musiman sebesar 1.180.000 unit, melebihi perkiraan pasar. Perolehan tersebut 0,8 persen di bawah prediksi Juli yang direvisi sebesar 1.190.000 unit, akan tetapi lebih tinggi 1,4 persen dari tingkat Agustus 2016 sebanyak 1.164.000 unit.

Dari dalam negeri, rupiah tampaknya banyak mendapatkan sentimen setelah meraih rekor surplus pada Jumat (15/9) lalu. Meski demikian, beberapa analis memperkirakan jika hari ini rupiah kemungkinan akan melemah karena tertekan oleh aksi wait and see FOMC Meeting. “Kebiasaan trader, mereka cenderung beralih ke risk off, tidak mau mengambil risiko,” ujar Ridho Ramadhan, Foreign Exchange Dealer Bank Bukopin, seperti dilansir Kontan.

Loading...