Dolar Limbung, Rupiah Tetap Berakhir Negatif

Rupiah melemah pada Senin (10/12) sore - tirto.id

JAKARTA – gagal memanfaatkan pelemahan yang dialami untuk bergerak menguat pada Senin (10/12) sore, dipicu kekhawatiran mengenai antara AS dan yang ternyata tidak kunjung berakhir. Menurut laporan Index pada pukul 15.55 WIB, Garuda terpantau melemah 73 poin atau 0,50% ke level Rp14.553 per AS.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.517 per , menguat 22 poin atau 0,15% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.539 per . Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia tidak berdaya melawan , dengan pelemahan terdalam sebesar 0,79% menghampiri rupee India.

Dari pasar , indeks dolar AS sebenarnya bergerak lebih rendah pada hari Senin, dipicu laporan nonfarm payrolls AS yang cukup mengecewakan, yang memicu spekulasi bahwa The Fed mungkin akan berhenti menaikkan suku bunga acuan setelah pekan depan. Mata uang Paman Sam terpantau melandai tipis 0,018 poin atau 0,02% menuju level 96,496 pada pukul 11.39 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, data nonfarm payrolls AS bulan November lalu dilaporkan hanya meningkat 155.000, jauh di bawah prediksi ekonom yang sebesar 200.000. Beberapa pembuat kebijakan The Fed sendiri telah menyuarakan nada hati-hati mengenai prospek ekonomi, yang mungkin menandai titik balik dalam kebijakan moneter mereka.

“The Fed pasti akan menaikkan suku bunga pada pertemuan bulan ini, tetapi orang-orang berpikir bahwa data terbaru bisa menunjukkan bahwa mereka tidak akan terburu-buru untuk menaikkannya lebih jauh,” tutur kepala manajer forex di Mitsubishi Trust and Banking, Akinori Fukushima. “Spekulasi seperti itu telah berkembang lebih jauh setelah rilis data.”

Meski indeks dolar AS cukup limbung, namun mayoritas mata uang Asia tidak berhasil memanfaatkan kondisi tersebut untuk bergerak ke zona hijau. Pasalnya, muncul nada pesimisme mengenai kesepakatan perdagangan antara AS dan China. Walau Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping menyepakati periode gencatan senjata 90 hari, tetapi Paman Sam mengatakan adanya tenggat waktu yang tegas, dengan mencatat bahwa negosiasi perlu mencapai akhir yang sukses pada 1 Maret mendatang.

Loading...