Dolar Limbung, Rupiah Naik di Akhir Pekan

Rupiah - www.jitunews.comRupiah - www.jitunews.com

JAKARTA – ternyata sukses merangsek ke teritori hijau pada perdagangan Jumat (12/7) sore, meski inflasi yang dilaporkan membaik membuat prospek penurunan suku bunga The Fed menjadi berkurang. Menurut paparan Index pada pukul 15.54 WIB, spot menguat 59 poin atau 0,42% ke level Rp14.008 per .

Dari , indeks bergerak fluktuatif pada hari Jumat, setelah data inflasi AS yang dilaporkan membaik mengurangi prospek penurunan suku bunga yang agresif pada akhir bulan ini. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,118 poin atau 0,12% ke level 96,932 pada pukul 11.10 WIB, setelah dibuka di zona hijau.

Seperti diberitakan Reuters, Kamis (11/7) waktu setempat, indeks konsumen (Consumer Price Index atau CPI) inti AS, yang tidak termasuk komponen makanan dan , dilaporkan naik 0,3% pada bulan Juni atau kenaikan terbesar sejak Januari 2018. Tanda-tanda kenaikan inflasi yang mendasarinya, bersama dengan data tentang klaim pengangguran mingguan yang menunjukkan pasar tenaga kerja tetap solid, mengurangi ekspektasi pasar keuangan terhadap penurunan suku bunga sebesar 50 basis poin.

“Dolar AS kembali stabil karena data CPI AS yang kuat membuat pasar mempertanyakan pandangan The Fed tentang harga dan apakah inflasi benar-benar selemah yang diproyeksikan,” ujar manajer umum di Gaitame.Com Research Institute, Takuya Kanda. “Ekspektasi untuk pemotongan suku bunga sebesar 50 basis poin telah meningkat setelah komentar Jerome Powell, tetapi diturunkan lagi oleh data CPI. Hingga rapat The Fed, prospek pemangkasan suku bunga akan fluktuatif pada setiap rilis data utama.”

Sebelumnya, indeks dolar AS sempat mencapai titik terendah setelah Gubernur The Fed, Jerome Powell, mengatakan bahwa mereka siap untuk ‘bertindak sebagaimana mestinya’. Ia menggarisbawahi ekonomi AS yang masih di bawah ancaman karena aktivitas manufaktur yang mengecewakan, inflasi yang rendah, dan efek perang dagang AS-China.

“Komentar oleh Presiden Fed Chicago, Charles Evans, dan Presiden Fed New York, John Williams, akan memberikan kesempatan pasar untuk mengukur seberapa dovish bank sentral sebenarnya,” timpal kepala strategi valas di Mizuho Securities, Masafumi Yamamoto. “Jika para pejabat The Fed ini tidak dovish, dan jika survei manufaktur The Fed New York terbukti lebih kuat, mereka dapat menunjukkan bahwa pelemahan greenback mungkin terlalu berlebihan.”

Loading...