Dolar Limbung, Rupiah Berakhir Menguat 130 Poin

Rupiah mengakhiri transaksi dengan penguatan sebesar 130 poin atau 0,92% ke level Rp13.995 per dolar AS - katadata.co.id

mampu melenggang mulus di teritori hijau sepanjang awal pekan (28/5) ini, memanfaatkan gerak indeks yang tertekan penurunan imbal hasil dan minyak. Menurut data Index pukul 15.57 WIB, mata uang Garuda mengakhiri transaksi dengan penguatan sebesar 130 poin atau 0,92% ke level Rp13.995 per .

Sebelumnya, rupiah sudah ditutup menguat 8 poin atau 0,06% di posisi Rp14.125 per AS pada akhir pekan (25/5) kemarin. Tren positif mata uang Garuda berlanjut pagi tadi dengan dibuka naik 30 poin atau 0,21% ke level Rp14.095 per AS. Sepanjang transaksi hari ini, spot relatif bergulir nyaman di zona hijau, mulai awal hingga akhir dagang.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan tengah berada di level Rp14.065 per dolar AS, melonjak 101 poin atau 0,71% dari perdagangan sebelumnya di posisi Rp14.166 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia perkasa versus greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 1,04% menghampiri rupiah.

Dari global, indeks dolar AS terpantau bergerak lebih rendah pada Senin ini, imbas menurunnya imbal hasil obligasi AS dan harga minyak dunia, serta kabar kembali terbukanya peluang pertemuan Presiden AS, , dan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. Mata uang Paman Sam melemah 0,333 poin atau 0,35% ke level 93,920 pada pukul 10.56 WIB.

“Mata uang Asia mendapat sokongan dari turunnya imbal hasil obligasi AS dan penurunan harga minyak mentah dunia,” kata senior Asian FX strategist di Mizuho Bank, Ken Cheung. “Selain itu, juga karena tensi geopolitik yang makin mereda serta bangkitnya kembali harapan pertemuan antara Donald Trump dan Kim Jong-un.”

Setelah sempat mengisyaratkan bahwa pertemuannya dengan Kim Jong-un batal, Trump pada Minggu (27/5) waktu setempat mengatakan bahwa tim persiapan dari negaranya telah tiba di Korea Utara untuk mempersiapkan KTT AS-Korea Utara. Selain itu, ‘tim pendahulu’ juga dikatakan telah berangkat ke Singapura, yang diperkirakan menjadi tempat KTT berlangsung, untuk melakukan persiapan logistik.

Loading...