Dolar Lengser, Rupiah Rebound di Jumat Sore

Rupiah - www.merdeka.comRupiah - www.merdeka.com

Rupiah mampu merangsek ke teritori hijau pada Jumat (17/5) sore ketika indeks AS berangsur menurun, di tengah perumahan AS yang lebih kuat dan lonjakan imbal hasil Treasury. Menurut paparan Bloomberg Index pada pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda menguat tipis 2 poin atau 0,01% ke level Rp14.450 per dolar AS.

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.469 per dolar AS, terdepresiasi 11 poin atau 0,07% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.458 per dolar AS. Kurs jual ditetapkan pada level Rp14.541 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di posisi Rp14.397 per dolar AS.

Dari , indeks dolar AS masih bertahan di dekat posisi tertinggi dua minggu terhadap rekan-rekan pada hari Jumat, didukung oleh ekonomi AS yang kuat dan lonjakan imbal hasil Treasury. Mata uang Paman Sam terpantau hanya melemah tipis 0,055 poin atau 0,06% ke level 97,800 pada pukul 12.12 WIB, setelah kemarin (16/5) sempat mencapai posisi 97,882 atau tertinggi sejak 3 Mei.

mencapai puncak dua minggu karena didukung data perumahan AS yang kuat dan laporan klaim pengangguran mingguan yang menunjuk kekuatan pasar tenaga kerja yang berkelanjutan di ekonomi terbesar dunia. Mata uang AS juga diuntungkan pelemahan saingan utama, seperti euro dan pound, yang dipengaruhi oleh faktor-faktor bearish.

Departemen AS melaporkan bahwa kembali rumah di AS meningkat lebih dari yang diharapkan sepanjang bulan April kemarin, menunjukkan penurunan suku bunga hipotek mulai memberikan dampak positif terhadap pasar properti yang sebelumnya mengalami tekanan. rumah naik 5,7% ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman, didorong oleh kenaikan dalam unit perumahan tunggal dan multi-keluarga.

Izin bangunan juga naik 0,6% ke tingkat 1.296 juta unit pada bulan April. Izin bangunan sebelumnya telah menurun selama tiga bulan berturut-turut, sedangkan izin untuk rumah keluarga tunggal, bagaimanapun, turun selama lima bulan berturut-turut, menunjukkan bahwa moderasi dalam kegiatan pembangunan akan kembali di bulan-bulan mendatang.

“Peningkatan yang lebih kuat dari perkiraan yang dimulai pada awal kuartal kedua menjadi pertanda baik untuk perumahan setelah penurunan di lima kuartal,” ujar Yelena Shulyatyeva dan Carl Riccadonna, dua ekonom yang diwawancarai Bloomberg. “Perumahan adalah salah satu dari sedikit sektor yang mendapat manfaat dari kegelisahan pasar saat ini dan beralih ke kualitas obligasi karena suku bunga yang lebih rendah meningkatkan keterjangkauan.”

Loading...