Dolar Lemas, Rupiah Justru Terkoreksi di Awal Selasa

Rupiah - nasional.tempo.coRupiah - nasional.tempo.co

JAKARTA – gagal mempertahankan posisi di zona hijau pada pembukaan perdagangan Selasa (19/2) pagi, meski indeks AS masih rentan terkoreksi. Menurut Bloomberg Index, Garuda mengawali dengan melemah 6 poin atau 0,04% ke level Rp14.113 per dolar AS. Sebelumnya, spot sempat berakhir menguat 47 poin atau 0,33% di posisi Rp14.107 per dolar AS pada tutup dagang Senin (18/2) kemarin.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan terhadap sejumlah mata uang utama, pada pagi ini terpantau melemah 0,065 poin atau 0,06% ke level 96,839 pada pukul 08.36 WIB. Sebelumnya, mata uang Paman Sam sudah dibuka di area merah dengan turun 0,084 poin atau 0,09% di posisi 96,820.

“Pada perdagangan kemarin, sebagian besar mata uang di kawasan menguat terhadap dolar AS,” jelas ekonom Bank Permata, Josua Pardede, dilansir Kontan. “Selain faktor hubungan dagang antara AS dan China, ada faktor lain yang membuat greenback keok, yaitu pernyataan dovish pejabat The Fed yang menyatakan suku bunga tidak akan naik sama sekali karena data penjualan ritel dan produksi industri AS yang negatif.”

Meski demikian, analis Monex Investindo Futures, Faisyal, menilai bahwa penguatan yang dialami rupiah di sesi sebelumnya terbilang relatif terbatas. Ada dua faktor yang menurutnya membatasi pergerakan positif mata uang domestik, yaitu defisit neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari 2019 dan harga minyak yang sedang naik.

Faisyal sendiri memprediksi rupiah masih berpeluang ditutup menguat pada perdagangan hari ini, karena sentimen positif kemarin masih berpengaruh. Ia memperkirakan spot bergerak di kisaran Rp14.025 hingga Rp14.150 per dolar AS. Sementara, Josua memprediksi rupiah berpeluang bergerak menguat di kisaran Rp14.050 hingga Rp14.150 per dolar AS dengan pengaruh data China.

Loading...