Dolar Labil, Rupiah Tetap Drop di Akhir Selasa

rupiah - m.akurat.corupiah - m.akurat.co

JAKARTA – gagal mengatrol posisinya ke teritori hijau pada Selasa (2/7) sore meski indeks AS bergerak ketika fokus saat ini telah bergeser ke rilis data nonfarm payroll pada akhir pekan depan. Menurut catatan Index pada pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda melemah 26 poin atau 0,19% ke level Rp14.139 per dolar AS.

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.140 per dolar AS, terdepresiasi 23 poin atau 0,16% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.117 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang juga tidak berdaya melawan greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,69% dialami won Korea Selatan.

Dari pasar , gerak indeks dolar AS terpantau fluktuatif pada hari Selasa, karena kesepakatan perdagangan antara AS dan masih belum pasti meskipun pemimpin kedua negara sudah bertemu. Mata uang Paman Sam terpantau berbalik melemah tipis 0,043 poin atau 0,04% ke level 96,801 pada pukul 12.54 WIB, setelah kemarin berakhir melonjak 0,714 poin atau 0,74%.

Diberitakan Reuters, setelah bertatap muka dengan Presiden China, Xi Jinping, di sela-sela KTT G20, Presiden AS, Donald Trump, menuturkan bahwa pihaknya akan menahan pengenaan tarif baru. Sebagai kompensasi, China akan membeli lebih banyak produk pertanian AS. Namun, Trump juga menyampaikan bahwa pihaknya masih akan mengkaji apakah akan mengeluarkan Huwei dari daftar perusahaan yang dilarang membeli komponen dan teknologi dari perusahaan AS atau tidak.

Fokus investor saat ini bergeser pada rilis data nonfarm payroll AS yang akan diumumkan pada Jumat (5/7) waktu setempat, yang diprediksi akan meningkat sebesar 160.000 sepanjang bulan Juni, dibandingkan kenaikan 75.000 di bulan sebelumnya. Pakar strategi mata uang senior di Daiwa Securities, Yukio Ishizuki, mengatakan kenaikan dolar AS akan terhambat menjelang pengumuman data tersebut.

Dalam sesi Asia, fokus investor telah bergeser ke pertemuan Reserve Bank of Australia (RBA), yang diperkirakan akan menurunkan sebesar 25 basis poin ke rekor terendah 1,00% pada pertemuan hari ini. Gubernur RBA, Philip Lowe, juga akan berbicara dengan para pemimpin bisnis di Darwin setelah pertemuan, yang dapat memberikan petunjuk tentang seberapa jauh dapat turun.

Loading...