Dolar AS Keok Akibat Corona, Rupiah Lanjut Menguat di Pembukaan

Rupiah - ekonomi.kompas.comRupiah - ekonomi.kompas.com

Jakarta dibuka menguat sebesar 54 poin atau 0,37 persen ke posisi Rp14.356 per dolar AS di awal pagi hari ini, Kamis (9/7). Kemarin, Rabu (8/7), nilai tukar mata uang Garuda berakhir terapresiasi 30 poin atau 0,21 persen ke level Rp14.410 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS turun 0,5 persen jadi 96,499 saat saham-saham teknologi Amerika Serikat reli dan komoditas menguat, meski sentimen tetap berhati-hati di tengah meningkatnya kasus baru (Covid-19) secara , khususnya di AS.

“Investor semakin yakin bahwa reli saham ini tidak akan berakhir dalam waktu dekat. Dan itu cukup banyak berdasarkan pada ekspektasi bahwa Anda akan terus melihat respons stimulus global yang kuat selama beberapa minggu dan bulan mendatang,” ujar Analis Senior OANDA, Edward Moya di New York, seperti dilansir Antara.

Rupiah sendiri kemarin kembali menguat ketika pelemahan bursa AS tidak merembet ke pasar regional. Akan tetapi, penguatan rupiah berikutnya bisa saja terbatas. Menurut Ekonom Bank Permata Josua Pardede, pasar keuangan AS sebelumnya sempat melemah lantaran proyeksi dovish Federal Reserve terkait ekonomi Amerika Serikat yang terdampak oleh pandemi Covid-19.

Di sisi lain, pasar keuangan regional malah menguat. “Risk aversion di bursa AS tidak terindikasi ke regional Asia,” terang Josua, seperti dilansir Kontan. Rupiah pun melonjak lantaran permintaan dolar AS dari dalam negeri menurun seiring dengan musim pembagian dividen yang akan segera berakhir.

Oleh sebab itu Josua memprediksi jika hari ini rupiah kemungkinan dapat lanjut menguat jika inflasi dan indeks harga produksi China lebih baik dari konsensus pasar. Pasar pun kini merespons positif burden sharing antara (BI) dengan pemerintah. Hasil lelang Surat Berharga Syariah (SBSN) yang cukup ramai kemarin pun berhasil menopang posisi rupiah.

Sedangkan Analis Valbury Asia Futures, Lukman Leong memperkirakan hari ini rupiah bakal menguat terbatas. “Pasar masih tidak terlalu berminat masuk ke emerging market, karena risk appetite masih ke bursa AS,” tandas Lukman.

Loading...