Dolar Kikis Pelemahan, Rupiah Tetap Melaju Mulus di Akhir Dagang

mampu melaju mulus di teritori positif sepanjang Selasa (23/1) ini meski indeks AS mulai mengikis tren pelemahan. Menurut Index pukul 15.59 WIB, Garuda berhasil menyelesaikan transaksi hari ini dengan penguatan sebesar 19 poin atau 0,14% menuju level Rp13.331 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah harus berakhir melemah 34 poin atau 0,26% di posisi Rp13.350 per dolar AS pada penutupan dagang Senin (22/1) kemarin. Namun, mata uang NKRI mampu berbalik menguat 11 poin atau 0,08% ke level Rp13.339 per dolar AS ketika membuka pasar pagi tadi. Sepanjang transaksi hari ini, spot praktis bergulir nyaman di zona hijau mulai awal hingga akhir dagang.

Dari pasar global, tren pelemahan indeks dolar AS sedikit menipis, meski masih tetap terperosok mendekati level terendah dalam tiga tahun, setelah Senat AS mencapai kesepakatan mengenai penghentian government shutdown. Mata uang Paman Sam hanya terdepresiasi 0,021 poin atau 0,02% ke level 90,380 pada pukul 10.30 WIB, usai berakhir anjlok 0,171 poin atau 0,19% di posisi 90,401.

Seperti dilaporkan Reuters, DPR AS akhirnya menyepakati tindakan jangka pendek untuk mendanai federal sampai tanggal 8 Februari, sekaligus mengakhiri masa penghentian operasi federal yang telah berlangsung selama tiga hari. DPR mengikuti Senat dan menyetujui undang-udang penghentian sementara, yang mencakup Children’s Health Insurance .

Namun, gerak dolar AS terbatas karena penguatan yang dialami yen Jepang setelah Bank of Japan (BOJ) memangkas pembelian obligasi pemerintah. Meski demikian, banyak pelaku pasar yang memperkirakan BOJ masih akan menantikan beberapa bulan atau lebih sebelum memperketat kebijakan mereka, mengingat negara tersebut belum mencapai target 2%.

“Saya tidak melihat apa pun dalam pengumuman hari ini yang menunjukkan adanya perubahan dalam sikap BOJ,” tutur kepala analis FX di Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Minori Uchida. “Sebaliknya, tindakan hari ini lebih banyak berbicara tentang bagaimana pasar disibukkan dengan gagasan bahwa BOJ akan menyesuaikan kebijakan moneter mereka pada tahap tertentu di masa depan.”

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi mematok tengah berada di level Rp13.318 per dolar AS, mengalami apresiasi sebesar 16 poin atau 0,12% dari perdagangan sebelumnya di posisi Rp13.334 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia perkasa versus , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,20% menghampiri rupiah, disusul ringgit Malaysia yang menguat 0,16%.

Loading...