Dolar Keok, Rupiah kembali Tampil Prima di Perdagangan Kamis Pagi

Jakarta terkatrol 75 poin di pembukaan Kamis pagi (4/2). dibuka pada level Rp 13.695 per AS setelah menguat sejauh 0,54%. Anjloknya indeks pada perdagangan di hari sebelumnya dimanfaatkan oleh mata uang Garuda ini untuk memperbaiki posisi. Sebelumnya, telah secara konsisten bersamaan dengan dunia yang kembali tertekan.

Gelontoran data ekonomi non AS yang memburuk secara otomatis membuat sejumlah mata uang menguat secara serentak. Bahkan, posisi Yen yang sempat terancam akibat keputusan BoJ untuk memberlakukan suku bunga negatif, kini berbalik melesat naik.

Lebih jauh, harga minyak yang semakin stabil akan menjadi sentimen penggerak Rupiah.

“Dengan kembalinya sentimen penguatan harga minyak serta penurunan tajam indeks Dolar, Rupiah diperkirakan mampu menguat pada perdagangan ,” ujar Rangga Cipta, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, melalaui hasil risetnya yang diterima pagi ini (4/2).

Rangga menjelaskan, harga minyak yang sempat kembali melemah di perdagangan beberapa hari belakangan ini dipicu oleh ketidakpastian mengenai keputusan OPEC terhadap produksinya. Hal ini tentu saja memicu volatilitas harga minyak yang sangat tinggi.

“Kenaikan harga minyak tersebut diperkirakan membalikkan sentimen penguatan Dolar yang terjadi di pasar global di perdagangan kemarin,” ungkap Rangga.

Loading...