Dolar Kembali Menguat Jelang Referendum Uni Eropa, Laju Rupiah Bisa Tertahan

Laju penguatan diramal bisa tertahan pada Rabu (22/6) ini. Ini seiring pergerakan dolar AS yang kembali menguat usai meningkatnya volatilitas menjelang hasil referendum Uni Kamis (23/6) besok.

Menurut catatan Bloomberg Index, rupiah mengawali perdagangan dengan pelemahan sebesar 32 poin atau 0,24% di posisi Rp13.279 per dolar AS. Kemudian, Garuda kembali 45 poin atau 0,34% ke level Rp13.292 per dolar AS pada pukul 08.25 WIB. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau naik tipis 0,041 poin atau 0,04% ke level 94,058 pada pukul 06.59 WIB.

“Rupiah kemarin bisa menguat meski tipis merespon sentimen ,” papar Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta. “Namun, penguatan mata uang Garuda berpotensi tertahan usai dolar AS kembali menguat seiring meningkatnya volatilitas jelang referendum Uni Eropa Kamis esok.”

Meski dalam pidatonya di depan kongres, , Janet Yellen, tetap mewaspadai ketidakpastian global dan secara umum tidak berbeda dibandingkan rilis resmi FOMC meeting pekan lalu, namun dolar AS justru merespon pernyataan tersebut dengan penguatan. “Namun, rupiah bisa saja menguat merespon kemajuan dalam pembahasan APBN-P,” sambung Rangga.

Senada, Analis Pasar Uang , Rully Arya Wisnubroto, mengungkapkan bahwa laju rupiah pada perdagangan hari ini menanti sentimen eksternal, di antaranya respon pidato Yellen dan Gubernur ECB (), Mario Draghi. “Rupiah kemungkinan melemah di rentang Rp13.235 hingga Rp13.320 per dolar AS,” kata Rully.

Loading...