Dolar Kembali Berjaya, Rupiah Ditutup Melemah Tipis

Pergerakan yang di tengah ketidakpastian di Eropa membuat rupiah tidak bisa bergerak leluasa sepanjang perdagangan Selasa (30/5) ini. Menurut catatan Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda harus mengakhiri hari ini dengan pelemahan tipis sebesar 3 poin atau 0,02% ke level Rp13.323 per .

Rupiah sudah melemah sejak awal dagang dengan dibuka 10 poin atau 0,08% ke posisi Rp13.330 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali terdepresiasi 17 poin atau 0,13% ke level Rp13.337 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.45 WIB, spot masih tertahan di zona merah setelah melemah 7 poin atau 0,05% ke posisi Rp13.376 per dolar AS.

Dari global, indeks dolar AS terpantau naik, berlawanan dengan euro dan pound sterling yang tertekan oleh ketidakpastian politik di Inggris dan Zona Eropa. Setelah dibuka dengan penguatan sebesar 0,264 poin atau 0,27% ke level 97,706, mata uang Paman Sam tersebut kembali naik 0,216 poin atau 0,22% ke posisi 97,658 pada pukul 10.08 WIB.

Sementara itu, pergerakan euro defensif setelah mantan Perdana Menteri Italia, Matteo Renzi, mengatakan pada hari Minggu (28/5) bahwa dari perspektif Eropa akan masuk akal bagi Italia untuk menggelar pemilu bersamaan dengan jadwal Jerman pada bulan September. Komentar Renzi tersebut meningkatkan prospek pemilu dini sekaligus menyebabkan aksi jual dalam utang pemerintah Italia pada hari Senin (29/5) kemarin.

“Euro mengalami tekanan akibat komentar Renzi yang mengesankan kecenderungannya untuk pemilu dini,” kata kepala strategi valas di Mizuho Securities, Masafumi Yamamoto. “Pasar tampaknya mulai menyadari adanya ketidakpastian politik di Italia.”

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di level Rp13.336 per dolar AS, terdepresiasi 24 poin atau 0,18% dibandingkan perdagangan sebelumnya di posisi Rp13.312 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia tidak berdaya versus greenback, dengan pelemahan dialami ringgit Malaysia sebesar 0,26%, diikuti rupee India sebesar 0,22%.

Loading...