Dolar Halangi Ruang Gerak, Rupiah Dibuka Melemah Tipis

rupiah melemah tipis

diprediksi masih bisa bangkit meski membuka Selasa (4/4) ini di zona negatif imbas penguatan dolar . Seperti dilaporkan Index, Garuda membuka perdagangan hari ini dengan tipis 3 poin atau 0,02% ke level Rp13.328 per dolar . Kemudian, pada pukul 08.34 WIB, spot kembali terdepresiasi 1 poin atau 0,01% ke posisi Rp13.326 per dolar .

“Indeks yang masih menguat lebih diakibatkan oleh pelemahan pound sterling yang merespons manufaktur Inggris yang anjlok,” ujar Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta. “Sementara, yen Jepang dan euro terlihat menguat hingga dini hari tadi dengan pengumuman data ekonomi masing-masing negara yang relatif lebih baik dari AS.”

Rangga menambahkan, rupiah sebenarnya masih bergerak stabil meski sebagian kurs di melemah terhadap dolar AS. Inflasi Maret 2017 yang di bawah prediksi memberikan sentimen positif tambahan, terutama ke surat utang negara (SUN). “Dolar AS yang mulai melemah pada perdagangan semalam serta minyak mentah yang mulai naik bisa memberikan sentimen positif tambahan ke rupiah,” tambah Rangga.

Sementara itu, Analis Senior PT Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, mengungkapkan bahwa rupiah diperkirakan masih akan bergerak tipis sebelum menemukan momentum kenaikan. Pasalnya, saat ini indeks dolar AS masih perkasa sehingga menghalangi ruang gerak mata uang . “Laju rupiah dapat bertahan di tengah penguatan dolar AS seiring data ekonomi dalam negeri yang menunjukkan progres pemulihan,” tutur Reza.

“Peluang dan harapan bagi rupiah untuk kembali menguat tetap ada, meski penguatannya tersebut masih perlu diuji, terutama jika sentimen positif dari data inflasi telah lewat,” sambung Reza. “Rupiah pada hari ini kemungkinan bergerak di kisaran Rp13.312 hingga Rp13.336 per dolar AS.”

Pada perdagangan awal pekan (3/4) kemarin, mata uang Garuda harus ditutup melemah tipis meski data ekonomi dalam negeri menunjukkan perkembangan yang membaik. Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa Indonesia pada bulan Maret 2017 mengalami deflasi 0,02%, sangat jauh dari perkiraan banyak pengamat.

Loading...