Dolar Gahar, Kurs Rupiah Akhirnya Anjlok Tembus Rp15.000

Rupiah akhirnya harus rela menembus level Rp15.000 per dolar AS pada perdagangan Selasa (2/10) sore - reuters.com

akhirnya harus rela menembus level Rp15.000 per dolar AS pada Selasa (2/10) sore, pertama kalinya dalam 20 tahun terakhir, setelah terus bergerak menguat. Menurut paparan Index pukul 15.50 WIB, mata uang Garuda terpantau melemah 132 poin atau 0,89% ke level Rp15.043 per dolar AS.

“Pelemahan rupiah saat ini masih menjadi akibat dari sentimen domestik yang membuat dolar AS menguat tajam,” tutur analis PT Monex Investindo Futures, Putu Agus Pransuamitra, dilansir Bisnis. “Kemarin, meningkatkan itu lebih untuk mengimbangi kenaikan suku bunga , bukan sebagai intervensi. Pemerintah mungkin bisa mengendalikan CAD untuk menopang rupiah.”

Dikutip dari Bloomberg, level Rp15.000 terhadap dolar AS merupakan yang pertama kalinya dialami rupiah dalam kurun waktu 20 tahun terakhir, di tengah gelombang sentimen terhadap aset emerging market dan kenaikan dunia. Rupiah sendiri telah jatuh hampir 10% sepanjang tahun ini karena kenaikan suku bunga The Fed mampu mengatrol greenback, selain gejolak yang menimpa negara berkembang lainnya seperti Turki dan Argentina.

“Mengingat kenaikan suku bunga AS, harga minyak yang lebih tinggi yang mungkin melihat defisit perdagangan yang lebih luas, dan greenback yang lebih kuat dalam beberapa hari terakhir, sulit bagi Bank Indonesia untuk menjaga batas Rp15.000,” kata kepala penelitian di Australia & New Zealand Banking Group Ltd. di Singapura, Khoon Goh. “Jika sentimen tidak membaik, rupiah bisa jatuh ke posisi Rp15.200 per dolar AS.”

Dari pasar , indeks dolar AS terus bergerak lebih tinggi terhadap sekeranjang mata uang utama pada hari Selasa, setelah AS dan Kanada dikabarkan telah mencapai kesepakatan mengenai kelanjutan blok NAFTA. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,036 poin atau 0,04% ke level 95,334 pada pukul 11,59 WIB, meski sebelumnya sempat dibuka di zona merah.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.988 per dolar AS, terdepresiasi 83 poin atau 0,55% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.905 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, mayoritas mata uang Asia takluk versus greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,76% dialami rupiah, disusul won Korea Selatan yang anjlok 0,46%.

Loading...