Dolar Flat, Rupiah Dibuka Menguat Tipis di Selasa Pagi

Rupiah - infonawacita.comRupiah - infonawacita.com

Rupiah masih belum tergoyahkan pada awal Selasa (5/6) ini ketika indeks dolar AS cenderung bergerak flat. Menurut paparan Bloomberg Index, Garuda membuka transaksi dengan menguat tipis 3 poin atau 0,02% ke level Rp13.875 per dolar AS. Sebelumnya, spot ditutup naik 18 poin atau 0,13% di posisi Rp13.878 per dolar AS pada Senin (4/6) kemarin.

Di sisi lain, indeks dolar AS cenderung bergerak datar pada Selasa pagi. Setelah dibuka menguat tipis 0,02% ke level 94,053, mata uang Paman Sam stabil di posisi 94,04 pada pukul 06.52 WIB. Sebelumnya, greenback sempat ditutup melemah 0,13% di level 94,038 pada akhir perdagangan Senin waktu setempat, di tengah ketidakpastian atas potensi risiko politik yang menekan prospek jangka pendek.

“Rupiah kemungkinan akan kembali menguat pada perdagangan hari ini, seiring rendahnya data kemarin,” ujar ekonom PT Samuel Sekuritas , Ahmad Mikail, seperti dikutip dari . “Selain itu, kembalinya asing ke sebagai dampak positif dipertahankannya peringkat utang Indonesia oleh S&P menjadi sentimen pendukung lainnya.”

Senin siang kemarin, Badan Pusat Statistik (BPS) memang mengumumkan bahwa sepanjang Mei 2018, Indonesia mengalami inflasi yang cukup rendah, yaitu sebesar 0,21%. Inflasi inti (core inflation) naik menjadi 2,75% (year on year) dari bulan sebelumnya yang sebesar 2,69% (year on year), yang kemungkinan belum akan terlalu banyak mengubah ekspektasi inflasi investor yang akan stabil di kisaran 3,5%.

Sementara itu, analis Kapital Investama, Nizar Hilmy, menambahkan bahwa keputusan Bank Indonesia untuk mengerek suku bunga merupakan keputusan yang tepat. Karena, hal ini mengambil peran penting dalam perdagangan mata uang domestik. Selain kenaikan suku bunga, dolar AS yang mengalami koreksi juga membuat rupiah bergerak menguat.

“Dolar AS terkoreksi karena perang dagang AS-China, selain itu inflasi Indonesia juga masih melambat,” tutur Nizar seperti dilansir Kontan. “Tidak hanya itu, barang yang biasa setiap bulan Ramadan akan naik, sekarang harganya cenderung stabil. Usaha pemerintah untuk menjaga rupiah juga sudah terlihat.”

Loading...