Dolar Flat Jelang Voting RUU Pajak, Rupiah Rebound di Akhir Pasar

ternyata mampu membalikkan ke zona hijau pada akhir perdagangan Selasa (19/12) ini ketika indeks AS cenderung bergerak flat menjelang penentuan nasib RUU pajak Paman Sam. Menurut Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, mata uang NKRI menyelesaikan hari ini dengan penguatan tipis sebesar 5 poin atau 0,04% ke level Rp13.576 per AS.

Sebelumnya, rupiah sempat berakhir terdepresiasi 11 poin atau 0,08% di posisi Rp13.581 per dolar AS pada tutup dagang Senin (18/12) kemarin. Kemudian, mata uang Garuda kembali turun tipis 2 poin atau 0,01% ke level Rp13.583 per dolar AS ketika membuka pagi tadi. Sepanjang transaksi hari ini, spot bergulir di kisaran Rp13.565 hingga Rp13.591 per dolar AS.

Sementara itu, Bank siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.587 per dolar AS, melemah 3 poin atau 0,02% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.584 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia tidak berdaya versus , dengan pelemahan terdalam dialami baht Thailand, disusul peso Filipina yang turun 0,07%.

Dari pasar , indeks dolar AS terpantau bergerak flat pada perdagangan Selasa, ketika optimisme pasar seputar RUU pajak AS diimbangi dengan kekhawatiran atas dampak utamanya terhadap pertumbuhan. Mata uang Paman Sam bergerak di kisaran level 93,695 pada pukul 10.17 WIB, setelah sebelumnya dibuka dengan kenaikan hanya 0,022 poin atau 0,02%.

Reuters melaporkan bahwa Kongres AS yang dikuasai kubu Partai Republik tampaknya yakin akan meloloskan RUU perpajakan pada pekan ini setelah dua anggota Senat setuju untuk mendukung perombakan pajak. Namun, di sisi lain, ada pula proyeksi bahwa pertumbuhan akan berkurang kembali menjadi sekitar 2% dalam jangka pendek.

DPR AS diharapkan akan menyetujui RUU tersebut dan dijadwalkan akan melakukan voting pada Selasa pukul 01.30 siang waktu setempat. Sementara, pengambilan suara oleh Senat AS akan berlangsung pada hari yang sama atau Rabu (20/12) WIB. “Kami mengharapkan RUU tersebut lolos, seperti halnya pelaku pasar yang lain, dan tampaknya hal tersebut membuat ekuitas senang,” kata pakar strategi mata uang untuk Brown Brothers Harriman di Tokyo, Masashi Murata.

Loading...