Dolar Drop dari Level 90, Rupiah Ditutup Menguat

mampu memanfaatkan kondisi dolar AS yang terpuruk ke level terendah dalam empat bulan untuk terus bergerak menguat sepanjang Rabu (24/1) ini. Menurut Index pukul 15.59 WIB, NKRI berhasil menyelesaikan transaksi hari ini dengan penguatan sebesar 17 poin atau 0,13% ke level Rp13.314 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah sudah ditutup naik 19 poin atau 0,14% di posisi Rp13.331 per dolar AS pada akhir perdagangan Selasa (23/1) kemarin. Tren positif mata uang Garuda berlanjut pagi tadi dengan menguat tipis 2 poin atau 0,01% ke level Rp13.329 per dolar AS. Meski sempat tersendat-sendat, namun rupiah mampu mempertahankan posisi di zona hijau hingga akhir transaksi.

Sementara itu, siang tadi mematok kurs tengah berada di posisi Rp13.321 per dolar AS, melemah tipis 3 poin atau 0,02% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.318 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang perkasa versus greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,37% masing-masing menghampiri yen Jepang dan baht Thailand.

Dari pasar , indeks dolar AS bergerak menuju level terendah dalam empat bulan, salah satunya tertekan oleh kekhawatiran bahwa bank sentral utama di dunia mulai bergerak melepaskan stimulus mereka. Mata uang Paman Sam tersebut terdepresiasi 0,134 poin atau 0,15% menuju level 89,990 pada pukul 10.36 WIB, setelah sebelumnya ditutup melemah 0,277 poin atau 0,31% di posisi 90,124.

Reuters mengabarkan, yen Jepang telah mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir setelah Bank of Japan (BOJ) memangkas pemerintahnya dalam operasi pasar awal bulan ini, yang memicu spekulasi pencabutan stimulus moneter mereka. Analis mengatakan, spekulasi tersebut terus mendukung yen, bahkan setelah Gubernur BOJ, Haruhiko Kuroda, pada hari Selasa menekankan pentingnya melanjutkan pelonggaran moneter.

“Di BOJ, mereka baru saja menegaskan kembali apa yang sudah kita ketahui dan apa yang sudah diketahui pasar, bahwa mereka akan terus mempertahankan sikap pelonggaran yang agresif dan kuat,” tutur ahli strategi G10 FX untuk Nomura di Singapura, Peter Dragicevich. “Sikap, bagaimanapun, telah diperhitungkan, dan pelaku pasar melihat ke depan untuk apa yang akan dilakukan BOJ selanjutnya.”

Investor saat ini fokus pada pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) pada Kamis (25/1) esok untuk memperoleh petunjuk mengenai prospek kebijakan moneter bank tersebut. Euro telah melakukan rally pada awal tahun ini, didorong oleh optimisme yang terus meningkat bahwa ekonomi yang menguat akan mendorong ECB untuk memberi sinyal akhir usaha yang lebih cepat untuk merangsang stimulus mereka.

Loading...