Dolar Dijual Cukup Agresif, Rupiah Berakhir Melonjak 41 Poin

yang dinilai belum rinci setelah dilantik menjadi Presiden AS membuat pasar memilih menjual aset AS sehingga nilai tukar mata uang Paman Sam tersebut turun drastis, dan mampu dimanfaatkan sejumlah mata uang untuk bergerak , termasuk rupiah. Menurut catatan Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda menutup awal pekan (23/1) ini dengan penguatan sebesar 41 poin atau 0,31% ke level Rp13.369 per AS.

Tren positif rupiah sudah terjadi sejak awal dagang dengan dibuka naik 27 poin atau 0,2% ke Rp13.383 per dolar AS. Jeda siang, mata uang Garuda kembali melonjak 31 poin atau 0,23% ke level Rp13.379 per dolar AS. Jelang tutup dagang atau pukul 15.28 WIB, spot masih nyaman di zona hijau usai naik 45 poin atau 0,34% ke posisi Rp13.365 per dolar AS.

Sebelumnya, di hari pelantikan Donald Trump akhir pekan lalu, indeks dolar AS sudah bergerak 0,41% ke level 100,74. Pergerakan the greenback masih turun sebesar 0,37% ke posisi 100,37 pada Senin pukul 09.46 WIB tadi menyusul pidato Trump yang dianggap belum detail mengemukakan kebijakan ekonominya ke depan.

Pada Minggu (22/1) waktu setempat, Trump mengatakan bahwa dirinya berencana untuk mengadakan pembicaraan segera dengan para pemimpin Kanada dan guna memulai negosiasi ulang perjanjian perdagangan bebas Amerika Utara. Pemerintahannya juga mengatakan mereka berniat untuk menarik diri dari pakta perdagangan Trans-Pacific Partnership (TPP).

“Dolar sedang cukup agresif, dengan euro berada di level tertinggi,” ujar Kepala Penjualan FX Hong Kong, Bart Wakabayashi. “Didorong ketidakpastian seperti sekarang ini, pidato inaugurasi Trump telah menyebabkan perjalanan ke sana.”

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.372 per dolar AS, naik tipis 10 poin atau 0,07% dibandingkan posisi akhir pekan kemarin di Rp13.382 per dolar AS. Di saat yang sama, mayoritas mata uang Asia bergerak menguat terhadap dolar AS dengan penguatan tertinggi dialami yen sebesar 0,85%, disusul dolar Singapura 0,47%, renminbi China 0,41%, dan dolar Taiwan sebesar 0,36%.

Loading...