Dolar dalam Tren Pelemahan, Rupiah Melenggang di Awal Dagang

Setelah ditutup di zona hijau pada akhir pekan lalu, tren positif masih berlanjut pada awal hari ini (28/11). Diwartakan Index, mata uang Garuda membuka sesi dagang hari ini dengan menguat 75 poin atau 0,55% ke Rp13.450 per . Kemudian, pada pukul 08.30 WIB, spot kembali naik 45 poin atau 0,33% ke level Rp13.480 per .

Ekonom Samuel Sekuritas , Rangga Cipta, mengutarakan bahwa rupiah memang berpeluang terapresiasi pada hari ini meski masih dibayangi pelemahan. Pasalnya, indeks dolar AS terkoreksi tipis meski minyak mentah juga turun sebelum pertemuan OPEC 30 November mendatang. The greenback terpantau 0,07 poin atau 0,07% ke level 101,42 setelah dibuka di posisi 101,39.

“Dengan indeks dolar AS yang terkoreksi dalam beberapa waktu terakhir, rupiah berpeluang menguat meski tekanan bisa kembali dalam waktu dekat,” urai Rangga. “Saat ini, fokus investor tertuju pada revisi pertumbuhan produk domestik bruto () AS yang diumumkan Selasa (29/11) malam dan diprediksi kembali naik ke 3% year-on-year.”

Sementara, dari dalam negeri, Rangga melanjutkan, fokus tertuju pada inflasi November 2016 yang diperkirakan naik. “Meski demikian, juga mewaspadai rencana aksi pada 2 mendatang yang dikhawatirkan bisa mengganggu gerak mata uang domestik,” sambungnya.

Senada, Analis PT SoeGee Futures, Nizar Hilmy, mengatakan bahwa koreksi indeks dolar AS yang terjadi belakangan ini tergolong wajar karena mata uang Paman Sam itu telah mencapai level tertinggi dalam 13 tahun terakhir. “Meski koreksi dolar AS hanya sesaat, namun hal itu bisa dimanfaatkan rupiah untuk unggul,” kata Nizar.

“Rupiah hari ini berpeluang menguat terbatas pada kisaran Rp13.450 hingga Rp13.550 per dolar AS,” sambungnya. “Namun, ke depannya, dominasi the greenback masih akan berlangsung hingga The Fed mengerek suku bunga mereka.”

Loading...