Dolar Berkuasa, Emas semakin Anjlok

Chicago, US – Di tengah supremasi Dolar AS terhadap Dunia, berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange justru anjlok jelang pertemuan Federal Reserve yang diadakan pada (16/12). Kontrak yang paling aktif untuk Februari turun USD 1,8 dolar (0,17%) menjadi 1,061.60 dolar per ons-nya.

Para tengah menunggu hasil dari rapat yang akan digelar selama 2 hari tersebut, dan kebanyakan memprediksi emas bakal tertekan ketika The Fed positif dinaikkan.

Emas dan Dolar sudah sejak lama bergerak berlawanan arah, yang artinya jika Dolar AS , maka emas berjangka yang harganya diukur dengan Dolar akan anjlok karena semakin tak terjamah oleh investor.

Para analis meyakini bahwa tren emas masih akan dalam jangka panjang, dikarenakan investor masih harap-harap cemas menanti patokan suku bunga baru Federal Reserve yang kemungkinan akan diumumkan paling cepat pada hari ini. Seperti yang diketahui, The Fed belum pernah menaikkan suku bunga lagi sejak Juni 2006, masa sebelum krisis di Amerika terjadi.

Peningkatan suku bunga The Fed akan mendorong investor untuk menjauh dari emas dan berpaling pada aset-aset lain yang lebih stabil, seperti logam mulia lainnya yang tidak dikenakan bunga.

Perak untuk pengiriman Maret naik 7,5 sen (0,55%) hingga ditutup pada harga USD 13,77 per ons. Sedangkan Platinum untuk pengiriman Januari, naik USD 5,6 (0,66%) pada harga USD 855,80 per ons.

Loading...