Dolar Bergairah Jelang Rilis PDB AS, Rupiah Menyerah di Akhir Pekan

Arus kenaikan AS yang cukup kuat di global jelang rilis data produk domestik bruto () Negeri Paman Sam membuat rupiah tak mampu keluar dari tekanan sepanjang perdagangan Jumat (28/10) ini. Menurut data Bloomberg Index, pukul 15.59 WIB, Garuda harus mengakhiri pekan di teritori merah dengan 18 poin atau 0,14% ke level Rp13.051 per AS.

Tren negatif rupiah sudah terjadi sejak awal dagang dengan dibuka turun 13 poin atau 0,10% ke posisi Rp13.046 per dolar AS. Jeda siang, mata uang domestik kembali 12 poin atau 0,09% ke level Rp13.045 per dolar AS. Jelang sesi penutupan atau pukul 15.31 WIB, spot masih tertahan di zona merah dengan melemah 27 poin atau 0,21% ke posisi Rp13.060 per dolar AS.

“Rupiah melemah terbawa arus penguatan dolar AS di pasar global,” jelas Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta. “Sementara, dari domestik, berita positif juga mulai terbatas karena euforia pencapaian awal periode II masih minim serta harapan diberikannya peringkat layak investasi yang mulai hilang.”

Seperti diketahui, setelah dibuka menguat 0,029 poin atau 0,03% ke 98,917, the kembali naik tipis 0,016 poin atau 0,02% ke level 98,904 pada Jumat siang. Dolar menguat jelang rilis pertumbuhan AS kuartal tiga. Angka pertumbuhan AS yang positif diyakini dapat memperkuat ekspektasi langkah kenaikan acuan oleh AS, , tahun ini.

Menurut survei yang dilakukan Reuters, pertumbuhan PDB AS kuartal ketiga menunjukkan angka 2,5%. “Pertumbuhan PDB kuartal tiga di kisaran 2% akan menjadi penentu. Namun, jika kita melihat angka sebesar 1,5% misalnya, hasilnya akan berbeda,” kata ahli strategi FX senior ABN Bank, Roy Teo.

Loading...