Dolar Belum Bertenaga, Rupiah Ditutup Menguat 29 Poin

Seperti diprediksi sebelumnya, indeks dolar AS yang seolah kehabisan napas karena probabilitas kenaikan AS yang membuat mampu melanjutkan tren penguatan sepanjang hari ini (6/9). Menurut data Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda ditutup 29 poin atau 0,22% ke level Rp13.127 per dolar AS.

Penguatan rupiah sudah berlangsung sejak awal dagang dengan naik tipis 1 poin atau 0,01% ke level Rp13.155 per dolar AS. Istirahat siang, spot masih menguat 15 poin atau 0,11% ke posisi Rp13.141 per dolar AS. Lalu, jelang penutupan atau pukul 15.48 WIB, mata uang Garuda kembali terdongkrak 21 poin atau 0,16% ke level Rp13.135 per dolar AS.

“Mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, secara umum memang menguat karena laporan ketenagakerjaan AS di bulan Agustus yang mengecewakan,” kata Research Analyst FXTM, Lukman Otunuga. “Hal itu sekaligus mengikis harapan peningkatan suku bunga The Fed di tahun 2016.”

Sejak Jumat (2/9) lalu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS telah menguat hingga 99 poin. “Probabilitas peningkatan suku bunga AS yang menipis membuat dolar AS melemah sehingga mata uang negara berkembang berpotensi menguat,” sambung Lukman.

Senada, Analis Blackfriars Asset Management, Tony Hann, juga mengutarakan bahwa data AS yang mengecewakan menipiskan peluang The Fed bakal menaikkan suku bunga mereka dalam waktu dekat ini. “ telah mengambil kesimpulan bahwa kenaikan suku bunga buruk dan tidak ada kenaikan suku bunga yang berdampak baik,” katanya.

Selain rupiah, penguatan juga dialami India yang melonjak hingga 0,45% dan dengan naik tipis 0,04%. Namun, ringgit Malaysia justru turun 0,13% dan yuan China anjlok 0,07% terhadap dolar AS.

Loading...