Dolar Bangkit vs Yen, Rupiah Berakhir Melemah Super Tipis

rupiah - www.bloomberg.comrupiah - www.bloomberg.com

Setelah bergerak sepanjang , ternyata harus menyudahi transaksi Kamis (5/4) ini di zona merah, ketika indeks bergerak lebih kuat versus yen Jepang. Menurut data Bloomberg Index pukul 15.58 WIB, NKRI mengakhiri pasar dengan pelemahan tipis sebesar 1 poin atau 0,01% ke level Rp13.767 per .

Sebelumnya, rupiah ditutup melemah 2 poin atau 0,01% di posisi Rp13.766 per dolar AS pada akhir dagang Rabu (4/4) kemarin. Pagi tadi, mata uang Garuda mampu rebound 1 poin atau 0,01% ke level Rp13.765 per dolar AS ketika membuka pasar. Sayangnya, spot gagal mempertahankan laju positif tersebut hingga akhir transaksi.

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.767 per dolar AS, terdepresiasi 7 poin atau 0,05% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.760 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia perkasa versus greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,25% menghampiri rupee India.

Dari pasar global, indeks dolar AS terpantau menguat terhadap yen Jepang pada Kamis, terbantu rebound yang dialami saham setelah sebelumnya harus melorot, imbas perselisihan dagang antara AS dengan China. Mata uang Paman Sam terlihat naik 0,15% menuju posisi 106,930 terhadap yen Jepang, setelah sebelumnya jatuh di level 105,990.

Seperti diberitakan Reuters, yen, yang sering diburu pada saat terjadi gejolak di pasar dan ketegangan politik, telah rally karena saham Wall Street awalnya jatuh pada hari Rabu, setelah langkah cepat China untuk memberlakukan ‘ pembalasan’ atas barang-barang AS. Tetapi, comeback bursa saham AS membantu greenback untuk rebound, karena kekhawatiran perang dagang sedikit mereda, setelah penasihat Presiden Donald Trump, Larry Kudlow, mengatakan sedang ‘negosiasi’ dengan China, dan tidak terlibat dalam perang perdagangan.

“Terlalu dini untuk mengatakan apakah pasar telah bergerak melampaui konflik perdagangan. Pasalnya, situasi masih sangat cair,” kata ahli strategi FX senior di IG Securities di Tokyo, Junichi Ishikawa. “Fokus saat ini bergeser ke laporan pekerjaan AS pada hari Jumat (6/4), karena fundamental ekonomi yang stabil adalah satu-satunya faktor yang dapat menetralkan efek negatif yang berasal dari risiko politik.”

Loading...