Dolar Bangkit, Rupiah Tetap Menguat di Awal Rabu

Rupiah - harianjogja.bisnis.comRupiah - harianjogja.bisnis.com

JAKARTA – masih mampu menguat di awal Rabu (20/3), meski nilai tukar sedang mengalami kebangkitan. Menurut data Index, mata uang Garuda mengawali transaksi dengan naik 6 poin atau 0,04% ke level Rp14.227 per AS. Sebelumnya, spot sudah berakhir menguat 6 poin atau 0,04% di posisi Rp14.233 per AS.

Pelemahan rupiah salah satunya disebabkan kebangkitan yang dialami indeks dolar AS. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,118 poin atau 0,12% ke level 96,501 pada pukul 08.23 WIB. Sebelumnya, greenback sempat berakhir melemah 0,141 poin atau 0,15% di posisi 96,383 pada hari Selasa (19/3) waktu setempat.

“Harga minyak yang mengalami kenaikan membuat rupiah mampu bergerak menguat, meski terbatas, pada perdagangan kemarin,” ujar Analis Monex Investindo Futures, Faisyal, dikutip Kontan. “Dalam jangka panjang, fluktuasi harga minyak dapat memengaruhi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, selain isu Brexit dan gencatan dagang AS-China.”

Di sisi lain, Head of Economic & Research UOB Indonesia, Enrico Tanuwidjaja, menuturkan bahwa pada pengujung kuartal pertama sampai kuartal kedua, Indonesia lagi-lagi dihadapkan pada pembayaran impor, utang , dan dividen. Hal tersebut membutuhkan likuiditas dolar AS dalam banyak, sehingga bisa mengancam nilai tukar rupiah.

“Akan tetapi, setidaknya dalam enam minggu ke depan, rupiah masih berada dalam tren penguatan,” ujar Enrico. “Rupiah bahkan bisa menguat sampai akhir tahun dengan kisaran Rp14.250 hingga Rp14.500 per dolar AS. Meski demikian, pasar perlu mewaspadai current account deficit yang terjadi bisa bersifat struktural.”

Saat ini, pasar global sedang menantikan hasil rapat kebijakan Federal Reserve yang akan diumumkan Kamis (21/3) pagi waktu Indonesia. meyakini bahwa akan kembali bersikap dovish pada pertemuan kali ini. Keyakinan pelaku pasar didasari dari data ekonomi AS yang kurang memuaskan, termasuk data inflasi dan penjualan rumah baru.

Loading...