Dolar Berusaha Bangkit, Rupiah Tetap Ditutup Menguat

Rupiah - www.indopos.co.idRupiah - www.indopos.co.id

JAKARTA – sanggup mempertahankan posisi di teritori hijau pada perdagangan Jumat (30/7) sore, ketika greenback mencoba bangkit setelah sempat turun akibat data PDB (produk domestik bruto) AS yang berada di bawah ekspektasi . Menurut Bloomberg Index pada pukul 14.56 WIB, Garuda ditutup menguat 20 poin atau 0,14% ke level Rp14.462,5 per .

Sementara itu, mayoritas mata uang Benua Asia justru terpantau tidak berdaya melawan greenback. Baht Thailand menjadi yang terpuruk setelah anjlok 0,14%, disusul dolar Taiwan dan yuan China yang sama-sama melemah 0,09%, serta won Korea Selatan yang terdepresiasi 0,07%. Namun, rupee India dan ringgit Malaysia mampu menguat, masing-masing 0,13% dan 0,01%.

“Penguatan rupiah ditopang oleh pelemahan dolar AS setelah keputusan yang menahan mereka. mengumumkan kebijakan moneter yang membuat dolar AS lesu,” kata Direktur PT Solid Gold Berjangka, Dikki Soetopo, dikutip dari CNN Indonesia. “Namun, penguatan rupiah tertahan kenaikan kasus -19 di Indonesia dan .”

Dari pasar global, indeks dolar AS mencoba bangkit dari posisi terendah satu bulan pada hari Jumat, walau mungkin akan membukukan kinerja mingguan terburuk sejak Mei, setelah tertekan pernyataan dovish Federal Reserve bersama dengan data ekonomi yang mengecewakan. Mata uang Paman Sam terpantau menguat tipis 0,002 poin ke level 91,866 pada pukul 15.01 WIB.

“Sementara terus mengatakan bahwa pihaknya bergerak untuk menghentikan program pencetakan uangnya, langkah menuju pergeseran ini tampaknya akan lebih lambat dari yang diantisipasi sebelumnya,” ujar ahli strategi mata uang di Western Union Business Solutions, Steven Dooley, dilansir Reuters. “Kehati-hatian terlihat karena perlambatan pertumbuhan AS, meredanya inflasi, dan kekhawatiran tentang varian delta.”

Downtrend dolar AS dimulai setelah Gubernur The Fed, Jerome Powell, salah langkah setelah pertemuan kebijakan minggu ini dengan mengatakan bahwa kenaikan suku bunga masih jauh dan pasar kerja masih memiliki beberapa alasan untuk ditutup. Namun, greenback mendapatkan sedikit dukungan dari angka PDB AS yang tumbuh 6,5% pada kuartal kedua 2021, walaupun belum memenuhi harapan pasar.

Loading...