Dolar Bangkit, Rupiah Berbalik Melemah di Awal Pekan

Rupiah harus berbalik ke zona merah pada pembukaan perdagangan awal pekan (15/10) ini - Harianjogja.com

harus berbalik ke zona merah pada pembukaan perdagangan awal pekan (15/10) ini, seiring apresiasi yang dialami AS. Menurut paparan Bloomberg Index, Garuda mengawali transaksi dengan melemah 33 poin atau 0,22% ke level Rp15.230 per dolar AS. Sebelumnya, spot sempat ditutup menguat 38 poin atau 0,25% di posisi Rp15.197 per dolar AS pada akhir pekan (12/10) kemarin.

Pelemahan rupiah terjadi karena indeks dolar AS terpantau melanjutkan penguatan yang telah berlangsung pada transaksi sebelumnya. Mata uang Paman Sam 0,108 poin atau 0,11% menuju level 95,329 pada pukul 08.13 WIB. Sebelumnya, pada Jumat kemarin, greenback sudah ditutup menguat 0,204 poin atau 0,21% di posisi 95,221.

Seperti dikutip dari Bisnis, penguatan yang dialami dolar AS sejak akhir pekan kemarin karena bursa saham global mengalami rebound serta data angka ekspor China yang dilaporkan menguat. Hal tersebut menunjukkan bahwa dampak perang perdagangan dengan AS masih minim terhadap ekonomi Negeri Panda, sehingga mengurangi kekhawatiran .

Ekspor China pada September 2018 dilaporkan melonjak 14,5% secara year-on-year dan menandai adanya surplus perdagangan dengan AS. Ini menunjukkan perang yang ditetapkan , Donald Trump, belum menggigit ekonomi Negeri Panda. “Pasar bernapas lega dengan angka perdagangan China, meski perang masih mengkhawatirkan,” ujar VP of market analysis OANDA, Dean Popplewell.

Dari dalam negeri, rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif sepanjang pekan ini. Peluang penguatan dan pelemahan masih terbuka di hari ini. Dari sisi teknikal, mata uang Garuda berpeluang mengalami kenaikan, sedangkan dari sisi fundamental, sentimen eksternal yang melemahkan rupiah masih belum benar-benar hilang.

“Sentimen eksternal yang melemahkan rupiah masih belum hilang, seperti potensi kenaikan , perang dagang AS-China, dan perlambatan laju ekonomi global,” ujar kepala riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra. “Rupiah berpeluang bergerak di kisaran Rp15.170 hingga Rp15.230 per dolar AS.”

Loading...