Dolar Bangkit dari Level Terendah, Rupiah Ditutup Turun 3 Poin

Pergerakan indeks dolar AS yang bangkit dari level terendah dalam 15 bulan membuat mayoritas di Asia tertekan, tidak terkecuali rupiah. Menurut laporan Bloomberg Index pukul 15.52 WIB, Garuda harus menutup Kamis (3/8) ini dengan pelemahan tipis sebesar 3 poin atau 0,02% ke level Rp13.327 per dolar AS.

Rupiah membuka perdagangan hari ini dengan 1 poin atau 0,01% di posisi Rp13.325 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali terdepresiasi 3 poin atau 0,02% ke level Rp13.327 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.39 WIB, spot masih tertahan di zona merah setelah melemah 4 poin atau 0,03% ke posisi Rp13.328 per dolar AS.

Dari , indeks dolar AS bangkit dari level terendah dalam 15 bulan terhadap sejumlah mata uang utama dunia, meski masih rentan tertekan akibat keraguan investor mengenai kenaikan . Setelah dibuka naik 0,089 poin atau 0,10% di level 92,925, mata uang Paman Sam kembali menguat 0,122 poin atau 0,13% ke posisi 92,958 pada pukul 09.42 WIB.

Di lain sisi, pergerakan mata uang euro juga menerima dukungan dari harapan bahwa European Central Bank (ECB) yang akan mulai menghapuskan kebijakan mereka yang longgar. Namun, di saat yang sama, mata uang Benua Biru ini juga masih memiliki risiko penurunan. “Pasalnya, posisi beli euro telah membengkak,” kata analis pasar global di Sumitomo Mitsui Banking Corporation, Satoshi Okagawa.

Sementara itu, Bank siang tadi menetapkan berada di posisi Rp13.330 per dolar AS, menguat tipis 1 poin atau 0,01% dari transaksi sebelumnya di level Rp13.331 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia tidak berdaya versus greenback, dengan pelemahan terdalam dialami won Korea Selatan sebesar 0,35% dan dolar Singapura sebesar 0,13%.

Loading...