Dolar Bangkit dari Level Terendah, Rupiah Dibuka Anjlok 37 Poin

Tren rupiah ternyata tidak berlanjut pada awal Selasa (12/9) ini setelah indeks terpantau rebound dari level terendahnya. Seperti diwartakan Bloomberg Index, Garuda membuka transaksi hari ini dengan 37 poin ke level Rp13.193 per dolar AS. Sebelumnya, spot ditutup di posisi Rp13.156 pada perdagangan Senin (11/9) kemarin.

Dari pasar , indeks dolar AS mampu rebound dari level terendah akhir pekan lalu setelah Korea Utara tidak terlihat melakukan uji coba rudalnya kembali. Pada Senin sore kemarin, mata uang Paman Sam itu terpantau menguat 0,172 poin atau 0,19% menuju level 91,524, yang mengakibatkan sejumlah di Asia mengalami pelemahan.

Kemarin, Dewan Keamanan PBB sendiri telah menyetujui sanksi untuk rezim Kim Jong-un karena uji coba rudal dan nuklirnya. Lima belas anggota DK PBB mengeluarkan resolusi tersebut dengan suara bulat setelah perundingan dimulai pekan lalu. “Kami bertindak sebagai respons terhadap perkembangan baru yang berbahaya,” ujar utusan AS, Nikki Haley, kepada DK PBB ketika voting.

Melajunya mata uang greenback juga didukung kekhawatiran terhadap Badai Irma yang perlahan mereda. Kekuatan Badai Irma sudah berangsur-angsur lemah dan telah diturunkan ke 1 atau badai tropis. Lonjakan badai juga jauh lebih kecil dari perkiraan National Hurricane Center. Sebelumnya, badai ini sempat mencapai 5 alias skala topan ketika melanda Pantai Florida.

Pasar pun merespons positif, karena kerusakan yang ditimbulkan Badai Irma sepertinya tidak seburuk yang dikhawatirkan. Senin kemarin, AIR Worldwide memperkirakan kerugian yang diasuransikan industri akibat Badai Irma berkisar 20 miliar dolar AS hingga 40 miliar dolar AS, atau berada di bawah perkiraan awal.

Sebelumnya, badai telah menekan pasar karena mengkhawatirkan dampak dari bencana alam ini, terutama terhadap industri asuransi dan maskapai penerbangan. “Badai Irma sangat berat, tetapi sepertinya tidak seburuk dari yang diperkirakan pasar,” kata wakil presiden bidang perdagangan dan derivatif di Charles Schwab, Randy Frederick.

Loading...