Dolar AS Variatif, Kurs Rupiah Dibuka Stagnan di Angka Rp 14.442/USD

Rupiah - www.indopos.co.idRupiah - www.indopos.co.id

Jakarta dibuka stagnan di level Rp 14.442 per AS di awal pagi hari ini, Rabu (8/8). Kemudian gerak rupiah menguat tipis sebesar 2 poin atau 0,01 persen ke level Rp 14.440 per dolar AS pukul 08.07 WIB. Kemarin, Selasa (7/8), kurs mata uang Garuda berakhir terapresiasi 36 poin atau 0,25 persen ke posisi Rp 14.442 per USD setelah diperdagangkan pada rentang angka Rp 14.479 hingga Rp 14.490 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau diperdagangkan bervariasi. Di akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS melemah 0,15 persen menjadi 95,217 lantaran terkena aksi profit taking alias ambil untung serta tertekan oleh lowongan pekerjaan Amerika Serikat.

Seperti dilansir Xinhua, Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat melaporkan bahwa lowongan pekerjaan di AS mencapai 6,7 juta pada hari kerja terakhir Juni 2018, lebih tinggi dari perkiraan pasar. Selama 1 bulan, perekrutan dan pemutusan hubungan kerja karyawan hanya mengalami sedikit perubahan, yakni masing-masing sebesar 5,7 juta dan 5,5 juta. Menurut para analis, kini tengah mencari alasan untuk mengunci kenaikan usai reli yang dialami dolar AS belum lama ini, yang mengakibatkan dolar AS melemah.

Menurut Analis Valbury Asia Futures Lukman Leong, menguatnya rupiah di perdagangan kemarin sejalan dengan mata uang lainnya di Asia. “Indeks dollar AS koreksi cukup dalam tetapi itu terjadi karena aksi profit taking,” ujar Lukman, seperti dilansir Kontan.

Kemudian Ekonom Bank Permata Josua Pardede menambahkan jika mata uang rupiah dapat menembus zona hijau karena angka pertumbuhan Indonesia pada kuartal II 2018 mencapai 5,27 persen. Josua pun memprediksi bahwa gerak rupiah hari ini kemungkinan akan stabil. “Seandainya menguat, akan terbatas, karena dari dalam negeri ada faktor yang mempengaruhi, yaitu pengumuman capres dan cawapres,” bebernya.

Loading...