Dolar AS Tertekan, Rupiah Berakhir di Zona Hijau

rupiah menguat

Pergerakan indeks AS yang tertekan laporan inflasi terbaru Paman Sam dan risiko geopolitik di Semenanjung Korea membuat melaju mulus di zona hijau sepanjang awal pekan (14/8) ini. Menurut laporan Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda mampu memungkasi dengan penguatan sebesar 12 poin atau 0,09% ke level Rp13.349 per AS.

Rupiah sudah melangkah mantap sejak awal dagang dengan dibuka naik 12 poin atau 0,09% di posisi Rp13.349 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali menguat 10 poin atau 0,07% ke level Rp13.351 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.22 WIB, spot makin nyaman di zona hijau setelah melonjak 16 poin atau 0,12% ke posisi Rp13.345 per dolar AS.

Dari global, pergerakan indeks dolar AS cenderung di tengah ketegangan AS-Korea Utara dan data inflasi Paman Sam terbaru. Setelah dibuka melemah tipis 0,006 poin atau 0,01% di level 93,063, mata uang greenback berbalik menguat 0,032 poin atau 0,03% ke posisi 93,101 pada pukul 10.46 WIB. Sebelumnya, dolar AS berakhir turun 0,36% di level 93,069 pada akhir pekan.

Dolar AS masih berada di bawah tekanan, selain karena kekhawatiran risiko geopolitik, juga setelah data inflasi Paman Sam bulan Juli 2017 menunjukkan hasil yang lebih rendah dari perkiraan. Indeks konsumen AS naik hanya 0,1% pada bulan lalu, setelah tidak mengalami perubahan di bulan sebelumnya. Data ini memperkecil harapan kenaikan lanjutan The Fed, dengan hanya 38% yang memperkirakan bank sentral bakal menaikkan suku bunga tahun ini.

“Ketidakpastian ini tidak akan segera hilang,” papar Chief Currency Strategist Mizuho Securities, Masafumi Yamamoto, seperti dikutip dari Reuters. “Dolar AS saat ini mendekati kisaran level 108 yen sampai dengan 115 yen. Jika ketegangan meningkat lebih jauh, maka akan terjadi peningkatan risiko penurunan ke level di bawah 108 yen.”

Loading...