Dolar AS Terkoreksi, Rupiah Berpeluang Menguat Meski Dibuka Loyo

Meski dibuka loyo, namun laju rupiah diramal akan mengalami penguatan pada Selasa (26/4). Pasalnya, indeks dolar AS kembali berada dalam zona merah jelang meeting tengah pekan ini.

Menurut Index, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan dibuka melemah 11 poin atau 0,08% ke 13.210 per dolar AS. Kemudian, mata uang Garuda kembali 3 poin atau 0,02% ke Rp13.202 per dolar AS pada pukul 08.16 WIB. Di sisi lain, indeks dolar AS juga terpantau melemah 0,09% ke level 94,761 usai dibuka di zona merah dengan turun 0,08% di level 94,767.

Indeks dolar AS melemah pada awal perdagangan hari kedua jelang pertemuan The Fed. The Federal Open Market Committee’s (FOMC) meeting dijadwalkan digelar pada 26-27 April untuk membahas penentuan tingkat acuan pekan ini. “Hari ini indeks dolar AS gagal konsisten sehingga peluang rupiah kembali terbuka lebar,” papar Ekonom Samuel Sekuritas , Rangga Cipta.

“Jelang FOMC, tekanan penguatan dolar AS memang sempat meninggi,” sambung Rangga. “Namun, buruknya data ekonomi yang datang gagal mengonfirmasi spekulasi harapan kenaikan FFR target dalam waktu dekat.”

Ditambahkan Rangga, indeks dolar AS terkoreksi menyusul data penjualan rumah baru di AS yang jauh di bawah ekspektasi. “Indeks sektor jasa AS yang ditunggu malam ini diperkirakan naik tipis,” imbuh Rangga.

Pada perdagangan Senin (25/4) kemarin, rupiah harus ditutup melemah tipis 5 poin atau 0,04% ke Rp13.199 per dolar AS. Mata uang Garuda melemah bersama dengan mayoritas mata uang Asia Tenggara saat menunggu hasil rapat FOMC.

Loading...