Dolar AS Terkoreksi Akibat Data PHK, Rupiah Masih Perkasa di Pembukaan

Rupiah - www.sumut24.coRupiah - www.sumut24.co

rupiah dibuka 21 poin atau 0,15 persen ke posisi Rp 13.939 per AS di awal perdagangan pagi hari ini, Jumat (19/7). Sebelumnya, Kamis (18/7), Garuda berakhir terapresiasi 23 poin atau 0,16 persen ke level Rp 13.960 per USD.

Sementara itu, indeks yang mengukur pergerakan the terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB, indeks dilaporkan turun 0,44 persen menjadi 96,8041 lantaran para pelaku pasar masih mencerna sejumlah data Amerika Serikat yang kurang memuaskan.

Seperti dilansir Antara, Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat melaporkan bahwa klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur pemutusan hubungan kerja (PHK) tercatat berada di angka 216.000 pada pekan yang berakhir 13 Juli 2019, naik 8.000 dari tingkat yang direvisi pada pekan sebelumnya.

Sedangkan indeks ekonomi utama AS (LEI) turun 0,3 persen pada Juni 2019 menjadi 111,5. Angka tersebut sekaligus menunjukkan ekonomi AS yang melambat, menurut laporan terbaru yang dirilis oleh lembaga riset swasta The Conference Board. LEI sendiri adalah pengukur tertimbang dari 10 indikator ekonomi yang dirancang untuk memberi sinyal puncak dan palung dalam siklus bisnis.

Kemudian hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) (BI) yang memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan BI 7DRR ternyata disambut positif oleh pasar. Hal ini tampak dari gerak rupiah yang cenderung menguat sejak kemarin. Menurut Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual, langkah pemotongan suku bunga BI ini memang telah diperkirakan oleh pasar. “Tadi juga disampaikan bahwa BI masih membuka ruang untuk pemangkasan kembali ke depannya, karena foreign liquidity dinyatakan masih bagus yang membuat rupiah menguat,” kata David, seperti dilansir Kontan.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia juga menurut David masih cenderung moderat, bahkan cenderung stagnan tahun ini. Oleh sebab itu dibutuhkan stimulus secara moneter seperti pemangkasan suku bunga. “BI kemungkinan bakal pangkas minimal 50 bps. Namun, itu juga perlu melihat perkembangan transaksi berjalan dan kemungkinan penurunan FFR ke depan. Sehingga peluang BI pangkas BI7 DRR diperkirakan bisa 50 bps hingga 100 bps,” jelasnya.

Loading...