Dolar AS Rebound, Rupiah Pagi Ini Terlempar ke Zona Merah

Rupiah - www.jatengpos.comRupiah - www.jatengpos.com

Jakarta mengawali perdagangan pagi hari ini, Rabu (10/4), dengan pelemahan sebesar 13 poin atau 0,09 persen ke level Rp 14.146 per AS. Sebelumnya, Selasa (9/4), Garuda berakhir terapresiasi 34 poin atau 0,24 persen ke posisi Rp 14.133 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS dilaporkan turun 0,05 persen menjadi 97,0049 lantaran tertekan oleh perkiraan suram pada oleh Dana Moneter Internasional (IMF).

Pada Selasa, IMF menurunkan perkiraan pertumbuhan global untuk 2019 menjadi 3,3 persen dalam laporan Outlook Dunia yang baru saja dirilis. Angka tersebut lebih rendah 0,2 poin persentase dari estimasi pada Januari, demikian seperti dilansir Xinhua melalui Okezone. Adapun proyeksi terbaru untuk 2019 adalah 0,3 poin persentase di bawah level 2018, diikuti dengan pengembalian yang diharapkan menjadi 3,6 persen pada tahun 2020.

IMF mengungkapkan bahwa ekonomi dunia menghadapi risiko penurunan yang disebabkan oleh ketidakpastian potensial dalam ketegangan perdagangan global yang tengah berlangsung serta faktor spesifik dan juga sektor lainnya. Meski USD sempat melemah, pada pagi ini, Rabu (10/4), indeks terpantau rebound 0,047 poin atau 0,05 persen menjadi 97,053.

Rupiah sendiri kemarin sempat menguat berkat sengketa dagang yang dicetuskan oleh Amerika Serikat terhadap Uni Eropa. Jelang keputusan perdamaian perdagangan dengan China, pemerintahan Donald Trump menyusun tarif baru atas impor dari Uni Eropa sebesar USD 11 miliar. Hal ini dilakukan lantaran UE terus melanjutkan subsidi pada perusahaan penerbangan dan pertahanan, termasuk Airbus. Langkah AS ini menimbulkan ketegangan di kawasan trans-Atlantik.

Alhasil para pelaku pasar pun mengalihkan asetnya ke emerging market, termasuk rupiah. “Ekspektasi terhadap aset berdenominasi dollar dan euro menurun,” ujar Ekonom Indef, Bhima Yudhistira, seperti dilansir Kontan.

Sementara itu, Direktur Utama Garuda Berjangka Ibrahim menambahkan bahwa rupiah pun memperoleh sentimen positif internal. “Bank Indonesia mencatat ada penambahan cadangan devisa US$ 1,2 miliar pada Maret lalu, menjadi US$ 124,5 miliar. Ini adalah cadangan devisa tertinggi selama sebelas bulan,” katanya.

Loading...