Dolar AS Rebound, Rupiah Dibuka Melemah Tipis 4 Poin

Jakarta – Pasca berjaya sepanjang kemarin, rupanya tergelincir pada awal hari ini, Jumat (28/7). Mata uang Garuda dibuka melemah 4 poin atau 0,03 persen ke posisi Rp 13.322 per AS. Sebelumnya, rupiah berakhir terapresiasi 0,15 persen atau 20 poin ke level Rp 13.318 per AS usai diperdagangkan pada rentang angka Rp 13.307 hingga Rp 13.326 per AS.

Indeks terpantau bergerak stagnan terhadap sejumlah mata uang utama pada perdagangan hari Jumat (28/7) setelah mengalami kenaikan tipis sebelumnya menjelang dirilisnya data pertumbuhan kuartal II Amerika Serikat. Dolar AS berada di posisi 93,872 setelah 0,2 persen pada perdagangan sebelumnya.

Dolar AS sempat jatuh ke level terendah 13 bulan usai menyatakan bahwa pihaknya tak terlalu terburu-buru untuk menaikkan lagi. Namun pada Kamis (27/7) dolar AS berhasil rebound berkat naiknya imbal hasil US Treasury dan didukung oleh optimisme data barang-barang dan perdagangan berjangka.

saat ini tengah fokus pada data produk bruto (PDB) kuartal kedua AS. Para ekonom mengharapkan PDB AS tumbuh sekitar 2,6 persen pada kuartal kedua dari kuartal pertama yang hanya 1,4 persen.

“Penurunan dolar setelah pertemuan Fed terlihat berlebihan, jadi wajar jika mengalami rebound. Dan dolar bisa menemukan lebih banyak tawaran jika data ekonomi AS ternyata kuat. Itu artinya, kita tidak mungkin melihat kembali ke hari-hari di mana dolar merupakan satu-satunya yang berjaya, sebab -negara lain bergabung dengan Fed untuk berusaha menormalkan kebijakan moneter,” kata Yukyu Ishizuki, ahli strategi mata uang senior di Daiwa Securities, seperti dilansir Reuters.

Meski saat ini sedang melemah, sejumlah analis meyakini bahwa rupiah berpotensi untuk menguat. Ekonom Bank Mandiri, Reny Eka Putri menuturkan jika rupiah berpeluang melanjutkan penguatannya hari ini. “Karena data pengangguran AS diprediksi lebih tinggi,” tutur Reny.

Loading...