Dolar AS Perkasa, Rupiah Diprediksi Rebound Jika BI Naikkan Suku Bunga

Rupiah - validnews.coRupiah - validnews.co

– Berdasarkan Yahoo Finance, hari ini, Rabu (27/6), berada di level Rp 14.173 per dolar AS pada pukul 12.27 AM BST. Pada sebelumnya, Selasa (26/6), Garuda terdepresiasi sebesar 20 poin atau 0,14 persen ke posisi Rp 14.179 per USD setelah diperdagangkan pada kisaran angka Rp 13.263 hingga Rp 14.213 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau menguat. Pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS naik 0,40 persen menjadi 94,665 lantaran para investor masih mencermati berbagai data ekonomi Amerika Serikat yang baru saja dirilis.

Berdasarkan laporan yang dirilis S&P Dow Jones Indices, rumah Amerika Serikat terus mengalami peningkatan pada bulan April 2018 dengan pertumbuhan sedikit lebih rendah dari perolehan angka sebelumnya. Indeks Rumah Nasional NSA S&P CoreLogic Case-Shiller AS melaporkan adanya kenaikan tahunan sebesar 6,4 persen pada April, turun dari 6,5 persen dari bulan sebelumnya.

Sedangkan indeks kepercayaan ada di level 126,4 pada Selasa (26/6), lebih rendah dari angka 128,8 pada bulan Mei 2018. Indeks situasi saat ini relatif datar, 161,1 pada Juni dibandingkan perolehan 161,2 bulan lalu. Kemudian indeks ekspektasi turun dari 107,2 pada Mei menjadi 103,2 pada Juni, demikian seperti dilansir Antara.

Dari dalam negeri, rupiah diperkirakan masih terdampak oleh kondisi perang dagang antara Amerika Serikat dan yang hingga kini masih membuat dolar AS menguat. “Perang dagang dijadikan alasan investor untuk mengumpulkan dollar AS sebagai safe haven,” ujar Ibrahim, Direktur Garuda Berjangka, seperti dilansir Tribunnews.

Di samping itu, neraca dagang Indonesia yang defisit juga mengakibatkan nilai tukar rupiah di pasar spot tidak terlalu menunjukkan hasil yang positif. Ekonom Samuel Sekuritas, Ahmad Mikail mengatakan bahwa defisit perdagangan mengakibatkan fundamental rupiah melemah.

Pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 28-29 Juni 2018 besok, Ahmad memprediksi BI akan kembali menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 5 persen. Apabila benar demikian, maka rupiah berkesempatan untuk rebound.

Loading...