Dolar AS Merangkak Naik, Rupiah Diharapkan Mampu Bergerak di Zona Hijau

Meski dibuka , diharapkan mampu bergerak di zona hijau pada perdagangan Rabu (18/5). Lonjakan minyak bakal menopang laju mata uang untuk mengimbangi pergerakan dolar AS yang mulai bergerak .

Menurut laporan Bloomberg Index, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan dibuka melemah 23 poin atau 0,17% ke posisi Rp13.318 per dolar AS. Kemudian, mata uang Garuda kembali 25 poin atau 0,19% ke level Rp13.320 per dolar AS pada pukul 08.05 WIB.

“Harapan kami, rupiah dapat bertahan di zona positif sehingga bisa membuka peluang kenaikan lebih lanjut,” papar Kepala Riset NH Korindo Securities , . “Lonjakan harga minyak yang terjadi memberikan sentimen positif bagi rupiah untuk mengimbangi laju dolar AS yang mulai menguat.

Indeks dolar AS pada perdagangan pagi ini memang terpantau bergerak 0,02% ke 94,571 usai dibuka melemah 0,01% di level 94,580. Mata uang Paman Sam bergerak positif usai industri meningkat untuk pertama kalinya dalam tiga bulan terakhir pada April, yang menandakan pulihnya industri setelah kemerosotan selama satu tahun terakhir.

Data yang dirilis kemarin menunjukkan produksi pabrikan, yang berkontribusi 75% pada produksi, meningkat 0,3%. Sementara itu, total produksi industri termasuk tambang dan utilitas meningkat 0,7%.

Di sisi lain, harga minyak AS mencapai level tertinggi dalam tujuh bulan terakhir karena ekspektasi stok AS yang lebih rendah. Minyak AS, CLc1, menyentuh level 48,60 dolar AS per barel, level tertinggi sejak pertengahan Oktober lalu. “Rupiah hari ini akan bergerak di kisaran support Rp13.286 per dolar AS dan resisten Rp13.268 per dolar AS,” tebak Reza.

Pada perdagangan Selasa (17/5) kemarin, rupiah mampu ditutup menguat 15 poin atau 0,11% ke level Rp13.295 per dolar AS. Rupiah dominan bergerak di zona hijau dan berada di kisaran Rp13.266 hingga Rp13.311 per dolar AS.

Loading...