Dolar AS Menguat, Rupiah Hari Ini Rentan Terkoreksi

Sejumlah sentimen negatif, salah satunya menguatnya indeks , masih akan membayangi laju rupiah pada hari ini (22/3). Karena itu, mata uang Garuda diprediksi kembali rentan mengalami koreksi.

Menurut data Bloomberg Index, hari ini rupiah dibuka 11 poin atau 0,08% ke Rp13.163 per dolar AS. Kemudian, pada pukul 08.32 WIB, mata uang Garuda kembali terkoreksi 36 poin atau 0,27% ke level Rp13.187 per dolar AS.

“Hari ini, rupiah berpeluang melanjutkan pelemahannya seiring kenaikan indeks dolar AS,”papar Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta. “Pelemahan rupiah juga dibarengi kenaikan imbal hasil surat utang negara (SUN) yang mengikuti naiknya imbal hasil global.”

Sementara, Senior Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, Albertus Christian, menilai bahwa faktor internal juga menyumbang katalis negatif pergerakan mata uang Garuda. “Diproyeksikan, laba korporasi pada kuartal pertama 2016 ini akan memburuk. Hal tersebut tentunya menjadi tekanan bagi dan Indonesia,” ujarnya.

“Hanya saja, jika data-data ekonomi Eropa pada hari ini lebih positif, maka pelemahan rupiah lebih terbatas,” sambung Christian. “Rupiah mungkin akan bergerak di kisaran Rp13.130 hingga Rp13.240 per dolar AS.”

Sebelumnya, pada perdagangan Senin (21/3) kemarin, rupiah ditutup melemah 35 poin atau 0,27% ke Rp13.152 per dolar AS. Terdepresiasinya rupiah kemarin juga dibarengi dengan melemahnya sejumlah mata uang ASEAN seperti (-0,14%), (-0,01%), dan dolar Singapura (-0,02%). Sementara, bath menguat (+0,01%) di pasar spot.

Loading...