Dolar AS Melemah dan Harga Minyak Naik, Rupiah Seharusnya Bisa Menguat

Meski dorongan sentimen positif dari masih belum ada, namun kenaikan harga minyak dunia serta pelemahan AS bisa menjadi faktor penyokong laju . Karena itu, pada Kamis (12/5) ini, Garuda seharusnya mampu bergerak ke zona positif.

Menurut laporan Index, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan dibuka 38 poin atau 0,29% ke 13.271 per dolar AS. Kemudian, mata uang Garuda kembali melonjak 14 poin atau 0,11% ke posisi Rp13.295 per dolar AS pada pukul 08.14 WIB.

“Hari ini faktor global diperkirakan masih mendukung sentimen pelemahan dolar AS serta ditambah dengan penguatan harga minyak mentah, rupiah seharusnya bisa menguat,” tutur Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta. “Sebelumnya, rupiah juga sempat menguat di perdagangan Rabu (11/5) bersamaan dengan sentimen pelemahan dolar AS, meski akhirnya harus ditutup melemah tipis.”

Harga minyak mentah memang kembali naik pada perdagangan semalam usai laporan produksi minyak AS yang di bawah harapan serta prediksi EIA bahwa harga minyak akan naik tajam di 2017 yang mendorong optimisme . Sementara, dolar AS perlahan mulai kembali ke kisaran 93 usai diumumkannya anggaran belanja pemerintah AS yang membesar.

Senada, Kepala NH Securities Indonesia, Reza Priyambada, mengatakan bahwa berkurangnya kekhawatiran akan potensi kenaikan suku bunga di Juni mendorong penguatan bursa saham AS. “Rupiah berbalik positif berawal dari imbas gerak saham energi AS yang mendapat dorongan balik menguatnya harga minyak mentah dunia, seiring dengan ekspektasi meningkatnya pembelian minyak, sehingga mengurangi penumpukan cadangan minyak,” ungkap ‎Reza.

“Namun demikian, investor harus mewaspadai arah pembalikan rupiah ke zona merah,” sambungnya. “Rupiah hari ini akan bergerak di level support Rp13.288 per dolar AS dan resisten Rp13.360 per dolar AS.”

Loading...