Dolar AS Masih Lemah, Rupiah Berpotensi Lanjutkan Penguatan

Mata uang Garuda berpotensi melanjutkan tren penguatannya pada perdagangan Selasa (12/4). Naiknya komoditas dan masih lemahnya indeks dolar AS bisa memicu untuk bergerak nyaman di zona hijau.

Menurut catatan Bloomberg Index, pada perdagangan rupiah dibuka 8 poin atau 0,06% ke Rp13.126 per dolar AS. Kemudian, mata uang Garuda kembali terapresiasi 6 poin atau 0,05% ke level Rp13.128 per dolar AS pada pukul 08.15 WIB.

“Jika melihat tren indeks dolar AS yang serta harga minyak mentah yang naik, ruang penguatan rupiah masih terbuka hari ini,” papar Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta. “ juga menunggu pengumuman mengenai penguatan operasi moneter pada Jumat (15/4) mendatang.”

Ditambahkan Rangga, harga minyak kembali naik hingga dini hari tadi seiring laju indeks dolar AS yang melemah. “Harapan mengenai langkah OPEC untuk menjaga produksi minyak mentah di level tertentu sepertinya masih cukup tinggi. Sementara, inflasi harga barang impor AS yang ditunggu malam ini diperkirakan membaik,” sambungnya.

Senada, Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, mengutarakan bahwa masih cenderung melemahnya laju dolar AS dan kenaikan harga komoditas memberikan kesempatan bagi rupiah untuk kembali bergerak positif. “Diharapkan, kondisi ini bisa kembali berlanjut dan tidak dimanfaatkan untuk profit taking agar tren penguatan rupiah bisa terjaga,” ujarnya.

“Selain itu, penguatan juga turut membuat dolar AS turun,” sambung Reza. “Rupiah hari ini akan bergerak di level support Rp13.165 per dolar AS dan resisten Rp13.120 per dolar AS.”

Loading...