Dolar AS Keok, Rupiah Melaju 19 Poin di Awal Perdagangan

Rupiah - fajar.co.idRupiah - fajar.co.id

Jakarta dibuka naik 19 poin atau 0,14 persen ke level Rp 13.666 per dolar AS di awal pagi hari ini, Jumat (23/2). Kemarin, Kamis (22/2), Garuda berakhir terdepresiasi 0,49 persen atau 67 poin ke posisi Rp 13.685 per dolar AS usai diperdagangkan pada rentang angka Rp 13.643 hingga Rp 13.700 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan The terhadap sejumlah mata uang utama terpantau menurun 0,36 persen menjadi 89,726 di akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB usai mencapai tingkat tertinggi 10 hari pada sesi perdagangan sebelumnya. Pada Kamis (22/2), dolar AS sempat reli hingga ke level 90,275 di sesi pagi hari, level tertinggi sejak (3/2), lantaran para investor masih mencerna risalah pertemuan .

Berdasarkan risalah Meeting, para pejabat The Fed melihat peningkatan pertumbuhan dan kenaikan inflasi sebagai justifikasi untuk menaikkan acuan secara bertahap. “Hampir semua peserta melihat inflasi bergerak ke arah target inflasi bank sentral sebesar 2,00% selama jangka menengah, ketika pertumbuhan tetap berada di atas tren dan tenaga kerja tetap kuat,” demikian bunyi risalah tersebut.

Menurut Analis Samuel Sekuritas Ahmad Mikail, pergerakan rupiah hari ini diperkirakan bisa menguat usai beberapa hari mengalami pelemahan terhadap dolar AS. “Naiknya indeks pasar saham utama AS kemarin dapat mendorong masuknya asing ke pasar modal Indonesia dan menopang gerak nilai tukar rupiah,” ujar Ahmad, seperti dilansir Metrotvnews.

Di sisi lain, imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) diprediksi menurun usai mengalami kenaikan yang cukup signifikan kemarin dan imbal hasil SUN 10 tahun juga diperkirakan turun hari ini ditopang oleh penurunan imbal hasil US Treasury 10 tahun yang mengalami penurunan 5-7 bps kemarin. “Imbal hasil SUN acuan 10 tahun kemungkinan bergerak di rentang 6,48 persen sampai 6,51 persen,” ucap Ahmad.

Loading...