Dolar AS Kembali Terpuruk, Penguatan Rupiah Terbuka Lebar

Di awal pekan (11/4) ini, ruang penguatan rupiah terbuka lebar. Laju harga yang naik tajam serta indeks dolar AS yang makin terpuruk imbas pernyataan Gubernur , Janet , bakal memberikan ruang penguatan bagi Garuda.

Menurut catatan Bloomberg Index, rupiah dibuka menguat 14 poin atau 0,11% ke level Rp13.130 per dolar AS. Kemudian pada pukul 08.16 WIB, mata uang Garuda kembali 19 poin atau 0,14% ke level Rp13.125 per dolar AS. Di sisi lain, indeks dolar AS terpantau 0,05% ke 94,185 sekaligus menjadi level terendah dalam lima bulan terakhir.

“Hari ini peluang rupiah menguat cukup besar, melihat harga minyak yang naik tajam serta indeks dolar AS yang semakin terpuruk,” kata Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta. “Selain akibat data AS yang belum membaik signifikan hingga Sabtu (9/4) dini hari, indeks dolar AS juga tertekan pernyataan Yellen yang sekali lagi menekan kenaikan Fed rate yang bertahap.”

Ditambahkan Rangga, harga minyak naik signifikan usai muncul harapan pembatasan produksi OPEC yang disepakati pada 17 April mendatang dalam pertemuan negara produsen minyak di Qatar. “Sentimen positif dari naiknya cadangan devisa juga berpeluang menjaga penguatan rupiah. Karena, itu juga berarti membuka peluang pemangkasan lanjutan yang lebih besar,” sambung Rangga.

Senada, Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, , mengemukakan bahwa laju dolar AS masih melanjutkan pelemahannya seiring perkiraan cenderung melambatnya keputusan akan kenaikan suku bunga The Fed. “Ini membuat rupiah bakal kembali melanjutkan tren penguatannya,” jelas Reza.

Loading...