Dolar AS Dibayangi Brexit, Rupiah Berpeluang Rebound

Rupiah pada perdagangan Selasa (14/6) ini diramal bakal mampu mengembalikan tren penguatan. Ini seiring kembali melemahnya indeks dolar karena dibayangi isu Brexit Inggris Raya dan naiknya minyak mentah dunia.

Menurut laporan Bloomberg Index, rupiah mengawali perdagangan dengan penguatan sebesar 13 poin di posisi Rp13.285 per dolar AS. Kemudian, mata uang Garuda kembali naik 16 poin atau 0,12% ke level Rp13.282 per dolar AS pada pukul 08.19 WIB. Sementara, indeks dolar AS terpantau tipis 0,07% ke level 94,43 pada pukul 07.01 WIB.

“Rupiah berpeluang mengembalikan kekuatannya pada perdagangan hari ini di tengah pelemahan dolar AS serta harga minyak dunia yang kembali rebound,” papar Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta. “Rupiah juga hanya tipis pada perdagangan Senin (13/6) kemarin meski mayoritas mata uang tertekan penguatan dolar AS.”

Meski terpantau menguat, kinerja indeks dolar AS pada hari ini masih dibayang-bayangi kecemasan investor akan referendum Inggris Raya yang akan memutuskan jadi tidaknya negara tersebut keluar dari Uni Eropa. “Volatilitas juga terlihat makin meninggi jelang FOMC meeting yang akan disimpulkan Kamis (16/6) dini hari WIB,” sambung Rangga.

“Sementara dari dalam negeri, data perdagangan Mei 2016 serta rapat Dewan tengah minggu ini akan menjadi perhatian,” tambahnya. “Inflasi barang impor AS ditunggu malam nanti dan diperkirakan berkurang deflasinya.”

Sebaliknya, Analis PT Asia Tradepoint Futures, Andri Hardianto, melihat bahwa rupiah masih berpeluang melanjutkan pelemahan pada hari ini didasari teknikal. “Investor memang tengah menantikan data dalam negeri, data penjualan kendaraan bermotor, serta hasil pertemuan rapat Dewan Gubernur BI. Diprediksi, suku bunga dalam negeri tidak akan turun,” ulas Andri.

Loading...