Dolar AS dalam Tren Menurun, Rupiah Ditaksir Menguat hingga Akhir Spot

Seiring indeks dolar AS yang masih dalam tren menurun, rupiah pada perdagangan Senin (14/3) ditaksir akan menguat hingga akhir spot. Meski di sisi lain, pergerakan mata uang Garuda masih sepi sentimen dari dalam negeri.

Menurut data Bloomberg Index, awal pekan ini rupiah dibuka menguat 82 poin atau 0,63% ke Rp12.993 per dolar AS. Kemudian pada pukul 08.01 WIB, rupiah kembali 62 poin atau 0,47% ke Rp13.013 per dolar AS. Sementara di sisi lain, indeks dolar AS terpantau tipis 0,05% ke level 96,121 pada pk. 06.23 WIB.

“Indeks dolar AS masih melemah di saat terus menguat,” ujar Ekonom Samuel Sekuritas , Rangga Cipta. “Dengan semakin besarnya dorongan pelemahan dolar AS di pasar global, rupiah berpeluang menguat.”

Ditambahkan Reza, harga minyak masih bertahan di atas 40 dolar AS per barel, bahkan setelah Iran membulatkan rencananya untuk menggenjot produksi harian. “Di sisi lain, perhatian investor beralih ke FOMC meeting tengah minggu ini yang masih belum menaikkan FFR target. Ini membuat dolar AS masih akan berada di tren pelemahan,” sambungnya.

Sementara Ekonom , Josua Pardede, mengatakan bahwa bulan Februari yang akan diumumkan Selasa (15/3) berpotensi . “Hal tersebut cukup untuk menyokong pergerakan rupiah di awal pekan,” ungkap Josua.

Adapun sentimen utama pekan ini, lanjut Josua, adalah rapat dan Bank Indonesia. diperkirakan tidak akan menaikkan suku bunga. Sementara, BI memiliki ruang untuk kembali memangkas suku bunga. “Rupiah hari ini akan menguat di kisaran Rp13.000 hingga Rp13.150 per dolar AS,” pungkasnya.

Loading...