Dolar AS Berbalik Menguat, Rupiah Dibuka di Zona Merah Pasca Libur Maulid Nabi

Rupiah - mappijatim.or.idRupiah - mappijatim.or.id

Jakarta rupiah dibuka melemah sebesar 47,5 poin atau 0,33 persen ke posisi Rp 14.635 per AS di awal pagi hari ini, Rabu (21/11). Pada sebelumnya, Senin (19/11) sore, kurs Garuda berakhir terapresiasi 24 poin atau 0,16 persen ke level Rp 14.588 per USD.

Sementara itu, indeks yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau berbalik menguat. Pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS menguat karena meningkatnya volatilitas atas potensi melemahkan euro dan pound sterling.

Dilansir Xinhua, perusahaan-perusahaan Inggris dilaporkan mulai memperkirakan rencana dalam kesepakatan Uni Eropa-Inggris apabila Brexit gagal tercapai. Pasalnya hingga kini Perdana Menteri Theresa May masih berjuang untuk memperoleh dukungan parlemen terkait rancangan kesepakatan Brexit yang telah disepakati dengan Brussels pekan lalu.

Gubernur Bank of England Mark Carney sebelumnya sudah memperingatkan jika Brexit bisa menenggelamkan ekonomi ke dalam resesi yang tak terlihat sejak tahun 1730 silam. Di sisi lain, komentar-komentar bearish dari para pejabat Federal Reserve Amerika Serikat pada ekonomi global memunculkan tuntutan-tuntutan mata uang safe haven termasuk dolar AS, yen, dan franc Swiss.

Wakil Ketua Richard Clarida dan Presiden Fed Dallas Robert Kaplan juga sempat menyampaikan kekhawatirannya terkait potensi perlambatan ekonomi global. Hal ini menimbulkan spekulasi terkait kenaikan suku bunga acuan keempat yang sebagian besar diharapkan pasar akan dilakukan pada bulan Desember 2018 depan.

Pernyataan Clarida oleh pasar diinterpretasikan sebagai indikasi bahwa ia tak menghendaki adanya kenaikan suku bunga yang agresif. “Tampaknya ada sedikit kemajuan tentang pembicaraan [perdagangan] antara China-AS berdasarkan komentar Trump, tetapi pada saat yang sama fakta bahwa APEC tidak dapat menghasilkan deklarasi akhir menunjukkan masih adanya beberapa tantangan. Pasar juga sedang mencerna komentar The Fed dan apa yang mereka maksud untuk jalur suku Fed,” ujar Dushyant Padmanabhan, pakar strategi mata uang strategi di Nomura, seperti dilansir .

Loading...