Diuntungkan Faktor Eksternal, Rupiah Berpeluang Menguat Usai Libur Panjang

berpeluang mengungguli the greenback usai libur panjang karena . Pasalnya, faktor eksternal tidak begitu terlalu menguntungkan dolar AS, salah satunya akibat tingkat AS yang pada Juni lalu, serta kembali naiknya euro dan pound sterling.

Seperti dilaporkan Bloomberg Index, rupiah mengawali hari ini (11/7) dengan penguatan sebesar 55 poin atau 0,42% di posisi Rp13.125 per dolar AS. Kemudian, mata uang Garuda kembali melesat 70 poin atau 0,53% ke level Rp13.110 per dolar AS pada pukul 08.27 WIB.

“Mulai adanya perbaikan pada mata uang euro dan pound sterling dapat menjadi salah satu katalis bagi rupiah,” ujar Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, . “Sejumlah mata uang yang cenderung dibandingkan dolar AS ini diharapkan menjadi momentum perbaikan untuk rupiah usai minim sentimen sepanjang liburan kemarin.”

Senada, Analis Central Capital Futures, Wahyu Tri Wibowo, mengatakan bahwa peluang rupiah unggul di awal pekan ini tetap terbuka. Pasalnya, faktor eksternal tidak begitu menguntungkan dolar AS, salah satunya karena tingkat pengangguran di AS Juni lalu yang naik, sedang upah rata-rata malah .

“Data terbaru China yang negatif memang tidak bisa menyokong mata uang Asia,” katanya. “Namun, kecemasan global masih lebih dominan.”

Wahyu pun memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp13.000 hingga Rp13.200 per dolar AS. Sementara, Reza berpendapat mata uang Garuda akan berada di level support Rp13.120 per dolar AS dan resisten Rp13.070 per dolar AS.

Loading...