Ditutup Menguat 51 Poin, Rupiah Masih dalam Tekanan Dolar AS Imbas Konflik Timur Tengah

Setelah sempat tergelincir pada tujuh hari sebelumnya, hari ini (5/1) rupiah akhirnya ditutup di level Rp13.892 per dolar AS. Menurut pada pukul 15.59 WIB, rupiah 51 poin atau 0,37% dari penutupan perdagangan hari sebelumnya yang berada di level Rp13.943 per dolar AS.

Pada perdagangan pagi, rupiah dibuka di level Rp Rp13.964 per dolar AS. Kemudian, mata uang Garuda bergerak fluktuatif di level Rp13.994 per dolar AS (terlemah) hingga RpRp13.782 per dolar AS (terkuat).

Sementara menurur laporan pada pukul 16.01, rupiah ditutup di level Rp Rp13.865 per dolar AS. Rupiah terapresiasi 125 poin atau 0,99% dari penutupan sebelumnya di level Rp13.990 per dolar AS.

Namun secara umum, laju kurs rupiah masih akan mendapatkan tekanan dolar AS yang terus menguat. Sejak Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran, permintaan akan dolar AS memang meningkat tajam.

“Di antara semua mata uang utama, yang diuntungkan hanya dolar AS,” kata analis nilai tukar Malayan Banking Bhd, Singapura, Saktiandi Supaat. “Konfilk di Timur Tengah tersebut membuat investor khawatir akan terjadinya guncangan di sehingga mereka memilih untuk menaruh dananya dalam bentuk dolar AS.”

Pendapat senada diutarakan Ekonom Samuel Sekuritas, Rangga Cipta. “Pelemahan rupiah lebih disebabkan tekanan dari luar. Jika dilihat, data-data yang ada di dalam negeri seharusnya mendukung penguatan rupiah,” jelas Rangga.

Sementara menurut situs resmi , kurs jual rupiah hari ini berada di level Rp14.001 per dolar AS. Adapun kurs beli rupiah berada di level Rp13.861 per dolar AS.

Loading...